Sehari Tanpa Gadget, Bisa Gak?

yayat

Hmm…gak juga sih. Itu menurut pandangan saya loh ya. Kenapa?

Karena saya pernah merasakan tanpa gadget. Bukan sehari atau dua hari. Tapi sampai dua bulan. Dan ternyata tidak terlalu berpengaruh. Mati gaya? Nggak juga. Saya tetap bisa menikmati hidup, malahan jujur terkadang saya merasa bebas. Bebas dari sebuah kebiasan yang tidak baik. Kebiasaan yang muncul dari sebuah kepemilikan gadget. Maksudnya gimana?

Jadi gini. Secara sadar atau tidak kebanyakan dari kita sudah terlalu dibuai oleh gadget.

Setiap melakukan suatu kegiatan tidak lengkap rasanya kalau tidak dibarengi dengan kehadiran gadget. Contoh simpelnya, kegiatan mau makan saja kita sudah banyak berhubungan dengan gadget. Posting foto makanan. Update tempat makan. Update status lagi makan apa, bareng siapa. Atau makan dengan gaya tangan kanan megang sendok, tangan kiri megang gadget. Sampai-sampai bisa lupa yang dimakan malah gadgetnya. Itu baru contoh simpel ketika makan loh. Bagaimana dengan kegiatan lainnya ?

Kalau sudah dalam taraf seperti itu, bisa dikatakan kita sudah kecanduan gadget. Dan itu nggak baik sob.

Saya mau berbagi pengalaman nih sob.

Suatu ketika makan bareng teman kampusย di suatu warung langganan. Nah kelakuan teman saya ini kadang bikin kesel. Saya makan sudah habis setengah, eh dia belum makan sama sekali. Padahal makanan sudah di depannya, ealah dia malah sibuk mainin gadget. Saya tegur dong. Dia akhirnya makan, ya tapi tetap tangan kirinya megang gadget. Hadeeeuh. Padahal sudah deket waktu sholat.

Pernah juga makan rame-rame di warung langganan.ย Dan semuanya sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Benar-benar kelakuan.

Gadget itu mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.

Jangan sampai orang di dekat ย kita merasa jauh karena tidak dianggap. Kita sibuk dengan gadget kita, menjalin hubungan dengan orang di luar sana secara luas namun melupakan orang-orang terdekat kita.

Gunakan gadget secara bijak ya sob. Atau ada yang berani sehari tanpa gadget? ๐Ÿ˜†

aQqNB08_700b_v1

Advertisements

13 comments

  1. Bisa kok sehari tanpa Gadget, bahkan 2, 3 hari atau lebih jg bisa, biasanya kl pas liburan ke satu tempat wisata, atau kl tanggal merah khan byk waktu luang , seru melakukan kegiatan di luar ๐Ÿ™‚

    1. Iya mbak. Tergantung pribadi masing2 juga sih mbak. Yang ditakutkan sih anak muda jadi individualistis karena hanya fokus pada gadgetnya saja. Lingkungan di sekitarnya malah diabaikan. Ah tapi semoga saja tidak.
      Oh ya terima kasih sudah berkunjung balik mbak ๐Ÿ™‚

  2. Kalau bisa menggunakan Gadget pada tempat dan waktu yg tepat sih ngga masalah ya, kalau aku pas liburan ke kampung halaman sana itu sedih jg lihat remaja yg diajak bertamu sama ortunya tapi malah cuma main Gadget melulu, nggak sopan mnrt masyarakat di sini, dan sayangnya si ortu jg diam saja ๐Ÿ˜ฆ

    YW ๐Ÿ™‚

    1. Setuju sekali mbak ely. Saya rasa di sini pun hal demikian tetap dianggap tidak sopan. Mungkin untuk menegur sungkan. Kalau kasusnya seperti itu, memang orang tua tanggap dan turun tangan, nantinya keterusan malah ๐Ÿ™‚

  3. sehari tanpa gadget….malah bisa jd fokus ngurusin dunia nyata kayaknya mas…saya rasa saya sering beraktivitas tanpa gadget apalagi liburan… ๐Ÿ™‚

    1. iya bener mbak. jadi bisa fokus. saya pun demikian, dua bulan tanpa gadget sama sekali, dan berhasil dalam suatu kegiatan di dua bulan tersebut. ๐Ÿ™‚

  4. Saya pernah 3 hari tanpa gadget karena waktu itu ospek ke gunung gitu, ya ga kenapa2 sih soalnya emang tuntutan nya begitu.
    Tapi kalau sehari2, jujur aja saya sih gakbisa. Soalnya saya orang nya mobile, segala keperluan ada di gadget, termasuk kerjaan – email2an dan lain sebagai nya. Untuk liburan pun, barang yang pasti akan saya bawa adalah gadget. Karena ada kamera dan bisa foto2 sesuka hati saya dan bisa saya share dengan mudah dan cepat. Ada yang bilang “buat apa tujuan nya, buat pamer?” itu sih jawaban orang-orang yang selalu liat sisi buruk nya. Buat saya, dengan cara itu kita bisa bantu orang lain mengenal apa yang ada di negeri ini, di kota ini, di sekeliling kita.
    Tapi saya masih tau diri sih, kalau ngobrol sama orang lain harus seperti apa. Ga terus2an ngurusin gadget. Soalnya saya juga kalau digituin jadi bete hahaha.
    Komen nya kepanjangan gak sih? Hahaha, sorry ๐Ÿ˜€

    1. kalau nggak dipaksa emang agak susah lepas dari gadget. apalagi sosialita jaman sekarang *tsaah
      sebenarnya yang penting tahu mana prioritas aja sih, ada orang yang ngajak ngobrol, eh kitanya malah fokus ke gadget. kurang menghargai jadinya. hehe.
      haha, saya justru senang mbaknya komen panjang, haha ๐Ÿ˜€

  5. aku dulu sering sengaja sembunyiin gadget. Handphone, laptop, dan full tanpa internet. Kehidupan jadi tenang. Tangan nggak gatel pengen pencet-pencet. Tapi segala informasi penting jadi terabaikan. Ada positif dan negatifnya juga sih ๐Ÿ˜‰

    1. sebenarnya asal pandai dan tahu saat yang tepat menggunakan gadget atau smartphone , jadi enak-enak aja. yang susah kalau udah dijajah gadget, haha.

    1. asal bisa memprioritaskan saat bersama orang lain sih gak apa-apa mas. yang gak baik kan, kalau sampai melupakan dunia sekitar yang nyata ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s