Masa Tunggu

Selamat jumpa khalayak.

Sudah terhitung sejak lulus dan diwisuda bulan Oktober tahun lalu. Berarti sekitar 6 bulan saya sudah resmi menyandang status alumni.

Dan sudah sekitar dua bulan juga saya balik ke tanah yang dikenal sebagai berdirinya seribu masjid selain juga terkenal karena keelokan pantai-pantainya yang sudah tersohor hingga ke mancanegara. Pulau Lombok.

Di tahun-tahun yang dulu, setelah kampus saya meluluskan mahasiswanya. Maka beberapa minggu atau paling lama sebulan dua bulan sudah mendapatkan panggilan dari sebuah pabrik – yang punya hubungan sangat erat dengan kampus – untuk diangkat sebagai pekerja di pabrik tersebut.

Namun dengan kebijakan yang terus mengalami perubahan seiring perjalanan waktu. Lulusan dari kampus kami mengalami kemunduran dalam hal pemanggilan untuk diangkat sebagai pekerja di pabrik tersebut. Sehingga membuat resah, gundah gulana, hati tak menentu, galau maksimal dan semacamnya.

Sebenarnya hal ini sudah terjadi pada senior kami dimulai dari sejak kebijakan pemberhentian pengangkatan sementara. Sehingga senior kami juga menunggu beberapa bulan, bahkan senior pas satu angkatan di atas kami harus menunggu hampir setahun sampai mereka dipanggil oleh pabrik tersebut.

Berarti ada kemungkinan lulusan seperti saya ini akan dipanggil mengikuti pola pengangkatan senior kami, sekitar setahun. Ah, tapi itu hanya prediksi tanpa dasar yang jelas. Siapa yang tahu beberapa bulan ini, atau bahkan minggu-minggu ini sudah ada kejelasan tentang pemanggilan kami. Semoga saja.

Kenapa tidak bekerja di tempat lain saja?

Tidak. Saya rasa saya sudah jatuh cinta dengan pabrik yang akan memanggil saya tersebut. Selain itu, apabila memilih bekerja di tempat lain maka harus mengganti biaya selama perkuliahan. Fyi, saya tidak membayar uang pangkal, biaya semester, atau biaya lainnya. Karena memang tidak ada. Kecuali biaya hidup, seperti tempat tinggal (kosan), makan, dan sehari-hari. Biaya perkuliahan sudah ditanggung. Jadi bekerja di pabrik, merupakan tanda terimakasih sekaligus pengabdian. Bukan hanya untuk pabrik, tapi lingkungan yang lebih luas. Ah, terkesan naif dan klise memang, tapi beginilah adanya. Ini sih pendapat subjektif saya lho ya.

Walaupun menunggu itu pekerjaan menguras hati. Tapi sebenarnya saya harus banyak bersyukur.

Waktu luang yang diberikan ini mungkin tidak akan saya dapatkan ketika nanti saya sudah harus bersibuk-sibuk dengan pekerjaan di pabrik.  Maka dari itu, masa tunggu ini sudah seharusnya dinikmati dan juga tentu dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Nimati aja dulu dek, ntar kalau udah kerja waktu luangnya sedikit.

– Senior yang sudah kerja di pabrik.

Saya tanya kabar teman-teman saya, apa saja yang mereka lakukan di masa menunggu ini.

Ada yang magang di beberapa tempat. Tapi banyak juga yang sudah resign, karena tahu sepertinya sudah dekat pemanggilan oleh pabrik. Ada yang berjualan, dari jersey bola sampai macaroni panggang. Ada yang memilih memperdalam ilmu agamanya di pondok. Bahkan ada juga yang menikmati liburan ke luar negeri, edyan.

Kalau saya, ah bingung  ngapain aja saya selama masa tunggu ini. 😆

Semoga saja segera ada kabar kejelasan tentang kami. Tentang pemanggilan dan pengangkatan kami sebagai pekerja di pabrik.

Mohon doanya ya khalayak 🙂

ps. pabrik : instansi pemerintah di bawah sebuah kementerian 🙂

Advertisements

12 comments

  1. Saya lebih suka dengan salah seorang teman Adien yang berjualan, seperti jersey bola, macaroni panggang. Masih banyak yang bisa dikerjakan.
    Jangan diam, klo pun suatu saat dapaat kerjaan yang layak, bisnis ini masih tetap bisa dlanjutkan.
    Semoga ….. 🙂

  2. Awalnya saya agak bingung dengan sebutan ‘pabrik’, tapi akhirnya ngeh juga, hehe….
    Kalau saya sih nunggu panggilan di rumah sambil menanam bunga di kebun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s