Dare To Dream !

ada yang bilang, orang Indonesia itu takut bermimpi. ketika sudah mulai bermimpi, pasti ada bisikan yang membuat kita pesimis bahwa mimpi itu tidak akan bisa dicapai. padahal, mimpi itu dibuat untuk bisa diraih dengan kerja keras. kata siapa kita takut bermimpi? dare to dream!

windamaki

Berawal dari melihat kicauan Warung Blogger dimana ada salah satu blogger yang ngadain Give Away. Saya lihat temanya. Oke fix, saya ikut.

Khalayak, mimpi saya banyak sekali. Pengen ini, pengen itu. Tapi ada satu mimpi yang mimpi ini baru saja saya dapatkan setelah berada ditingkat 3. Mimpi ini terbersit, ketika ujian tengah semester. Saat itu, mata kuliah KSPK (Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian).

Buatlah perencanaan hidup yang mencantumkan secara rinci langkah dan target-target yang akan saudara capai setiap tahun, mulai tahun ini sampai dengan 10 tahun ke depan, dalam rangka mewujudkan cita-cita akhir saudara.

Bunyi soal nomor 3 UTS KSPK 2013.

Tentu saja dengan semangat, saya menyusun mimpi-mimpi yang ingin saya capai. Ketika saya rincikan di tahun 2020. Saya sudah bisa mewujudkan sebuah yayasan yang bergerak di bidang agama, pendidikan, dan sosial.

Kenapa punya mimpi membangun sebuah yayasan?

Simple. Saya ingin hidup saya bermanfaat bagi yang lainnya. Dan salah satu bentuk konkritnya adalah dengan yayasan.

Ketika itu awal saya kuliah. Saya memutuskan ikut sebuah komunitas mahasiswa yang ada di salah satu kompleks di sekitar kampus. Namun, komunitas ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan tempat dimana saya kuliah. Apalagi dinaungi BEM. Berdiri bebas, independen.

Kegiatan komunitas mahasiswa ini, tidak fokus pada satu kegiatan tertentu. Seperti kebanyakan elemen kampus yang ada.

Komunitas mahasiswa yang saya ikuti ini lebih luas cakupannya. Secara garis besar berkaitan dengan agama, pendidikan, dan sosial.  Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan adalah pengajian – diisi mahasiswa dan remaja sekitar kompleks – di setiap selasa malam.  Senin dan jumat malamnya ikut dalam kegiatan pengajian rutin yang diselenggarakan sebuah majelis taklim kompleks. Ilmu yang dikaji pun banyak banget.

Selain itu bentuk kontribusi lainnya, ikut membantu adik-adik SMA dan SMP yang akan Ujian. Dan walhasil anak-anak kompleks yang SMA dan SMP pun rame yang ikut. Ingin lebih luas manfaatnya, kami pun mengadakan bimbingan belajar buat tes masuk kampus, tidak kalah bila  dibandingkan dengan bimbingan belajar yang memang orientasinya materi.

Tidak jarang juga  ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan warga setempat. Gotong royong bersih kompleks, membuat biopori bahkan ikut membantu proses penyembelihan sapi saat idul adha. Apapun yang bisa kami bantu untuk warga, hayuklah. Karena awal tujuannya ya ingin membantu, berkontribusi, dan bermanfaat bagi yang lainnya.

Di tingkat dua, kakak tingkat dan beberapa pengurus majelis taklim kompleks bermusyawarah untuk mengukuhkan komunitas kami menjadi sebuah pondok pesantren mahasiswa. Yang dinaungi oleh sebuah yayasan yang juga bergerak di bidang agama, pendidikan dan sosial.

Di awal pembentukan pondok pesantren mahasiswa ini, tidak langsung mendapat respon dari komunitas mahasiswa kami. Terbukti, di awal pembentukannya hanya beberapa yang menyatakan ikut. Tapi setelah melihat kegiatan dan manfaat yang jauh lebih besar bisa diberikan kepada mereka sendiri dan warga sekitar dibandingkan saat masih berbentuk komunitas saja, akhirnya mulai berbondong-bondong mahasiswa sekitar yang ikut, bahkan tidak hanya dari kampus dimana saya kuliah. Alhamdulillahnya, semua program pembinaan mahasiswa tersebut berjalan hingga saat ini.

Saat mengerjakan soal UTS KSPK itulah, saya mulai terbersit. Saya juga ingin membuat sesuatu yang lebih besar. Lebih bermanfaat. Yayasan adalah jawabannya.

Yayasan yang menaungi pondok pesantren mahasiswa kami. Telah banyak memberikan kontribusinya pada masyarakat sekitar, selain pondok pesantren mahasiswa tersebut ada juga asrama Alquran di setiap bulannya, pembinaan ustad-ustadzah, kajian rutin remaja maupun warga sekitar, membangun PAUD, mengadakan seminar-seminar dan pelatihan kewirausahaan, bahkan ikut serta tanggap bencana, seperti ketika merapi beberapa tahun lalu. Dan masih banyak lagi kontribusi-kontribusi lainnya yang apabila saya tuliskan bisa panjang sekali khalayak.

Kenapa tidak suatu saat, saya pun ikut membangun sebuah yayasan di daerah saya. Lombok. Nusa Tenggara Barat. Daerah yang sedang mencoba berbenah untuk bisa bersaing di level nasional.

Tentu dengan berkaca dengan yayasan yang menaungi pondok pesantren mahasiswa yang saya ikuti, kemudian menerapkannya di daerah saya. NTB. Yang secara nasional menduduki klasemen bawah. Semoga tidak degradasi *eh

Untuk merubah mimpi menjadi nyata itu memang tidak mudah. Disitulah seninya keberanian bermimpi.

Walaupun secara nyata banyak rintangan dan halangan yang akan saya hadapi. Tapi dengan sebuah tekad. My dream will come true. Dan saya percaya itu.

Kalau gagal?

Saya tidak naif, tentu saja syedih dan syusah, jika rancangan mimpi yang sudah sedemikian rupa ini gagal begitu saja. Manfaat yang akan diterima oleh banyak kalangan akan hilang.

Tapi khalayak, untuk apa kita bermimpi jika takut gagal.

Pentingnya-punya-mimpi

sumber gambar : sini

” I DECLARE, I WILL ACCOMPLISH MY DREAMS “

 *tulisan ini diikutkan dalam Give Away “Dare To Dream” oleh blogger Windamaki.

Advertisements

16 comments

  1. Tulisannya pas banget sama pikiranku saat ini, ada beberapa mimpi yang ingin sekali kutuangkan dalam postingan, walau mungkin akan byk yg bilang terlalu muluk mimpinya 😛

    Good luck buat GA nya ya 🙂

    1. kalau gak muluk, gak mimpi namanya mbak. hehe
      mimpi kan harus tinggi dan jauh mbak.
      semoga tercapai semuanya mimpinya mbak.

      terimakasih mbak ely 🙂

  2. Hmmm.. dulu waktu masih sekolah, aku punya keinginan. Kalo nanti aku jadi guru, aku akan dirikan lembaga pendidikan, punya sekolah. Sekolah yang nggak biasa. Kalo aku jadi dokter, aku pengen dirikan rumah sakit. Rumah sakit yang nggak biasa.
    Tapi sekarang malah jadi petani. Oke sip, mungkin aku bisa jadi petani yang nggak biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s