Warung Kelor

Khalayak, pernah denger pepatah ini.

Dunia tak selebar daun kelor

Maknanya itu kita jangan mudah putus asa dalam menghadapi kesusahan atau kegagalan, karena masih banyak pilihan lain. Contohnya, buat yang ditolak lamarannya, jangan menyerah. Lamar lagi. 😆

Tapi postingan ini bukan mau membahas daun kelor dari segi konotasinya. Tapi lebih ke arah denotasinya. Eh, bener gak sih.

Jadi gini Khalayak. Kali ini saya mau berbagi info tentang salah satu kuliner yang ada di Lombok. Kebanyakan sih biasanya itu yang dibahas Ayam Taliwang, Pelecing Kangkung, dan yang sedang naik daun Nasi Balap Puyung. Sebenarnya di Lombok sendiri, kuliner khasnya banyak sekali – bukan cuman saya sebutkan barusan. Salah satu yang akan saya perkenalkan adalah makanan khas yang ada di daerah Sweta.

Sajiannya.

Sepiring sayur bening daun kelor.

Di piring lainnya. Sepotong ayam kampung (bagian paha/dada/sayap), tempe goreng, dua tusuk sate jeroan, beberapa babat, terong, dan sambal khas Lombok.

Dan tentu nasi hangat.

Lebih lengkap dengan minuman es kelapa muda.

Dijamin ketagihan. Entah karena lapar, atau memang doyan. Tapi buat saya sih nggak cukup cuman satu sajian.

Setelah googling, saya akhirnya dapetin manfaat dari daun kelor, ternyata banyak juga manfaatnya.

Antimikroba, antibakteri, antiinflamasi (antiradang), infeksi, virus Ebstein Barr (EBV), virus herpes simplek (HSV-1), HIV/AIDS, cacingan, bronchitis, gangguan hati, antitumor, demam, kanker prostat, kanker kulit, anemia, diabetes, tiroid, gangguan saraf, kolik di saluran pencernaan, rematik, sakit kepala, antioksidan, sumber nutrisi (protein dan mineral), dan tonik.

Kelor memiliki fungsi pengobatan karena mengandung kalsium dan pospor. Kandungan mineral dan vitamin sangat tinggi dibanding sayuran lainnya. Tidak heran, media asing banyak yang menyebut kelor sebagai “pohon ajaib” maupun “Pohon untuk Kehidupan”.

Dari penelitian daun kelor mampu menghambat aktifasi NFkB dan menurunkan ekspresi protein tumor.

Menurunkan kolesterol jahat.

Kelebihan kolesterol dapat memacu berbagai penyakit. Tingginya kadar kolesterol dipicu oleh pola makan yang kurang sehat dan ditambah faktor psikologis seperti stres. Hormon adrenalin dan kostisol dapat memicu produksi kolesterol dalam tubuh.

Penelitian tentang daun kelor membuktikan, bahwa efek dari ekstrak kelor sebanding dengan obat atenolol dalam menurunkan kadar lemak dalam tikus.

Mengatasi nyeri, letih, linu.

Daun kelor mengandung pterigospermin yang merangsang kulit sehingga dapat berfungsi sebagai param yang manghangatkan. Jika daun kelor dilumat dan dibalur akan mengurangi rasa nyeri karena bersifat analgesik.

Warung Kelor ini terletak di daerah Sweta, Cakranegara. Tepatnya di Jalan Brawijaya.

Selamat mencoba Khalayak 🙂

sumber manfaat kelor lengkap: disini

Advertisements

10 comments

  1. Rasanya aku blom pernah makan nih daun kelor . Banyak juga ya manfaatnya. membayangkan muluk semua pas menyantap hidangan di ata situ rasanya sedap banget ya 🙂

    1. iya mbak, awalnya saya ngerasa aneh. tapi pas disantap, dua sajian habis dilahap cukup menggambarkan kalau ini beneran enak. bener mbak, di Lombok makanan-makanannya lebih enak kalau muluk. 🙂

  2. dulu pernah makan sayur daun kelor. bahkan dulu di belakang rumah pernah ada pohonnya.

    sekarang udah nggak pernah lihat lagi pohon dan daun kelor. apalagi sayurnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s