Buat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

Alhamdulillah. Segala Puji Bagi Allah.

Beberapa hari yang lalu, yang ditunggu-tunggu sekitar 2000an lebih lulusan sebuah sekolah kedinasan di bilangan Bintaro akhirnya datang juga. Sebuah kabar gembira untuk kita semua, kulit manggis kini ada ekstraknya pelaksanaan TKD (Tes Kompetensi Dasar) yang dilakukan berbarengan dengan pemberkasan pendaftaran CPNS Kementerian Keuangan 2014 akan dilaksanakan pada tanggal 25-29 Agustus 2014.

Setelah dinanti-nanti sekian bulan. Penantian kami berbuah. Dan insya Allah akan segera dipanen. Semoga Allah meridhoi. Aamiin.

Sebelum pelaksanaan TKD, kami satu angkatan minggu ini disibukkan dengan pengurusan beberapa surat keterangan. Di antaranya, SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani, dan Surat Keterangan Bebas Narkoba.

Kesempatan kali ini, saya mau bercerita tentang pembuatan SKCK di wilayah Resor.

Hari  itu hari rabu. Saya berencana untuk menyelesaikan pembuatan SKCK. Sebenarnya 4 tahun yang lalu, saya sudah pernah membuat SKCK juga untuk keperluan mendaftar di salah satu sekolah kesehatan milik pemerintah daerah. Jadi sebenarnya bukan hal yang baru buat saya.

Kalau di sebagian daerah membutuhkan pengantar RT/RW untuk ke Kelurahan. Maka saya tidak perlu. Saya langsung ke kantor Kelurahan. Ternyata sudah banyak motor yang berjejer di depan kantor, wah ramai nih. Saya tengok dan ternyata ada rapat yang kemudian saya tahu adalah rapat tentang pengurusan pernikahan dsb. Agak ragu mau masuk ke dalam karena ramai sekali, tiba-tiba muncul seseorang dari pintu belakang dan kemudian memandang ke arah saya yang sedang dirundung kegundahan masuk-nggak-masuk-nggak. Saya langsung berkata, “Mas, mau bikin surat pengantar.” Dia langsung berkata, “Lewat sini aja Mas”. Sambil mengarahkan melalui pintu belakang dan menunjukkan sampai ke meja petugas pembuat surat pengantar.

Di hadapan petugas tersebut, saya dimintai KK (Kartu Keluarga). Syukur sudah saya siapkan. Setelah dilihat, saya baru menyadari ternyata KK saya bermasalah. Nama di KK tersebut salah dan belum diganti. Petugas tersebut menyarankan nanti diperbaiki saja di Kecamatan. Dan setelah ngobrol sedikit tentang KK, akhirnya saya tahu beliau lah yang membuatkan KK saya tersebut. Oalaah.

Tapi beberapa saat kemudian, akhirnya Surat Pengantar untuk ke Polsek beres dengan ‘hadiah’ kejatuhan abu rokok milik petugas tadi di  kertas Surat Pengantar tersebut. Iya, saya sih gak masalah. Asal nanti pas pembuatan SKCK pun tidak bermasalah. Tapi mbok yo, kalau sedang bertugas jangan merokok dulu. Insya Allah nggak berat lah ya.

Surat Pengantar dari Kelurahan beres. Dengan tanpa biaya (Gratis). Entah mungkin karena petugas tersebut kenal dengan Ayah saya atau mungkin karena tadi memberi ‘hadiah’. Entahlah, tapi yang saya rasakan pelayanannya memuaskan. Gratisnya itu lho, saya suka. Terimakasih buat bapak petugas Kelurahan. Tapi rokoknya dikurangi lah ya, kesehatanmu lho Pak.

Berlanjut ke Polsek.

Polsek ini hanya berjarak beberapa langkah dari rumah. Saya jadi teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu ketika saya masih SD apa sudah SMP, saya lupa. Polsek ini pernah diserang warga dan dibakar habis-habisan. Persoalannya sih katanya karena ada warga yang tertangkap terlibat kasus pencurian, kemudian desa yang tidak terima salah satu warganya ditangkap datang mendemo Polsek tersebut. Karena tuntutan tidak ditanggapi atau bagaimana, langsung beberapa warga membakar Polsek tersebut. Kejadian saat itu benar-benar panik. Setelah beberapa kompi polisi diterjunkan untuk meredakan massa, bunyi peluru yang ditembakkan ke udara bersahut-sahutan. Pemadam kebarakan pun datang, berusaha memadamkan api yang membesar. Mobil polisi yang biasa digunakan untuk mengangkut pasukan digunakan untuk mengamankan beberapa anggota polisi yang masih ada di Polsek tersebut. Saya yang menyaksikan langsung, seperti berasa di dalam film action hingga akhirnya Ibu saya memarahi saya karena ikut nonton, kalau kenapa-kenapa kan bahaya. Tapi beneran pas saat itu keren banget.

Back to topic.

Sampai di Polsek. Saya disambut ramah oleh salah satu polisi yang bertugas di bagian pelayanan. Langsung saja saya utarakan maksud dan tujuan untuk membuat Surat Pengantar dari Polsek untuk membuat SKCK di Polres. Surat Pengantar dari Kelurahan dan foto 4×6 berwarna diminta. Terus bikin deh.

Masuk ke ruangan sempit. Di situ ada petugas yang membuatkan surat. Sudah ditandatangani oleh yang berwenang. Stempel. Jadi deh. Biaya administrasi 10.000 rupiah. Saya nyeletuk, oh ada biaya administrasinya tho Mbak? Iya Mas. Saya pikir gratis. Hehe.

Karena takut terlambat sampai di Polres yang jaraknya lumayan jauh dari Polsek tadi, saya laju sepeda motor dengan kencang. Berharap agar sampai di sana masih bisa dilayani. Sebenarnya saya juga nggak tahu pelayanannya tutup jam berapa. Yang penting sampai dulu lah.

Akhirnya sampai juga di Polres. Sebelum masuk saya dicegat oleh petugas di depan. “Mau kemana?” “Buat SKCK Pak.” Tapi saya nggak turun dari motor. Eh bapaknya manggil lagi. Ya sudah saya turun dari motor. Oh, ternyata kalau masuk harus lapor dulu. Dan ingat turun dari kendaraan.

Lapor ke bagian pelayanan SKCK. Beri Surat Pengantar dan fotokopi KTP sekaligus foto 4×6 5 lembar. Kemudian saya diberikan beberapa formulir untuk diisi. Isi formulir ya tentang data diri dan keluarga. Setelah itu akan diarahkan ke layanan sidik jari. Setelah rumus sidik jari sudah didapatkan. Kembali lagi ke pelayanan tersebut. Berikan hasil sidik jari ke pelayanan tersebut. Tunggu deh. Nah, bagian nunggu ini yang lama. Jadi sabarlah.

Setelah dipanggil, dilihatkan apakah data sudah benar atau belum. Kemarin tujuan dari pembuatan SKCK saya harus diubah. Karena ketentuan dari rekrutmen harus “Pendaftaran CPNS Kementerian Keuangan 2014” bukan “Melamar Pekerjaan” seperti yang biasa dituliskan di SKCK, apalagi melamar anak bapak. Bukan.

Setelah diperbaiki, maka tinggal tanda tangan dan pengesahan stempel. Administrasinya 20.000 rupiah, kayaknya naik deh dibandingkan 4 tahun yang lalu ketika pertama kali saya buat. Hehe.

Setelah jadi, kemudian sekalian saya legalisir.

Akhirnya untuk SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) selesai juga. Masa berlakunya kurang lebih satu tahun.

Biar gampang, berikut saya ringkaskan pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) di Polres (Kepolisian Resor).

  1. Minta surat pengantar RT/RW (hanya beberapa daerah yang mewajibkan)
  2. Minta surat pengantar Kelurahan.
  3. Minta surat pengantar Polsek (Kepolisian Sektor). Sediakan foto 4×6 berwarna. Jangan yang selfie ya. Biaya adm : Tergantung.
  4. Buat SKCK di Polres (Kepolisian Resor). Sediakan foto 4×6 berwarna 5 lembar. Sekali lagi jangan yang selfie ya. Biaya adm : 20.000 rupiah/Tergantung.

Semoga bermanfaat. 🙂

Advertisements

11 comments

  1. Kalau ga salah biaya resmi cetak SKCK di polres Rp10.000. Itu mungkin yang 10ribu lagi buat biaya sidik jari.
    Kalau saya sih sidik jari bayar 5ribu, jadi totalnya 15ribu. Mbaknya yang jaga bilang suruh simpen kartu sidik jari yang asli, entar kalau mau bikin SKCK lagi tinggal fotokopi, ga usah ngantri bikin lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s