jejak ketika mondok [JKM]

[JKM] Memilih Mondok Dulu

Setelah kuliah selama 3 tahun di salah satu kampus yang ada di bilangan Bintaro. Alhamdulillah, beberapa bulan yang lalu akhirnya dinyatakan Lulus . Dengan IPK, sekian koma sekian (maaf konsumsi pribadi) ūüėÜ

Ada keinginan untuk langsung pulang setelah Lulus. Karena cukup lama saya tidak pulang ke Lombok, bahkan ketika puasa dan lebaran kemarin pun saya harus tetap tinggal di tanah rantau. Apalagi ditambah belum ada kejelasan pemanggilan oleh pabrik untuk segera bekerja. Maka kembali ke rumah dulu menjadi pilihan saya pada awalnya.

Namun karena terhitung sebagai salah satu santri kelas dasar di PPM (pondok pesantren mahasiswa) yang ada di salah satu kompleks Bintaro, akhirnya saya ditawari untuk tinggal di masjid yang juga merupakan basis kegiatan PPM tersebut. Tinggal di masjid untuk mengikuti kelas Saringan. Kelas yang dimaksudkan untuk lebih intensif dalam mempelajari ilmu agama dibandingkan kelas dasar yang saya ikuti.

Waktu itu saya belum memutuskan untuk ikut atau tidak program tersebut karena masih ada keinginan untuk pulang secepatnya setelah Lulus. Hingga pada akhirnya, tanpa sepengetahuan saya. Salah seorang oknum pengurus PPM yang juga teman satu angkatan di kampus, sudah mencantumkan nama saya di daftar kehadiran sebagai santri terakhir yang bersedia mengikuti program Kelas Saringan. Saya awalnya kaget dan tidak terima karena oknum tersebut tidak memberitahu saya sebelumnya.

Namun, setelah saya pikir secara matang. Kenapa tidak saya jalani dulu saja beberapa waktu. Terpikir dalam benak saya apakah masa muda hanya akan saya habiskan untuk mencari ilmu dunia sebanyak mungkin dan ilmu agama sekedarnya saja. Saya pikir, ilmu agama pun harus menjadi prioritas. Kemudian saya komunikasikan dengan orang tua untuk menunda kepulangan. Ada sedikit pertentangan, terutama ketika Ibu saya beritahu bahwa dengan mengikuti kelas ini saya harus tinggal di masjid. Berkegiatan di masjid, bahkan tidur di masjid. Beliau tidak setuju. Karena khawatir bagaimana kesehatan saya nantinya ketika tidur hanya beralas karpet, terkena angin malam, dsb. Kekhawatiran orang tua kepada anaknya yang wajar.

Namun, lagi-lagi saya komunikasikan secara baik-baik. Setelah memenuhi amanah menyelesaikan kuliah, saya ingin waktu saya juga bisa digunakan untuk memperdalam ilmu agama. Dan sekarang inilah saat yang tepat. Setelah meyakinkan mereka dengan penuh keinginan, akhirnya kedua orang tua setuju menunda kepulangan saya.

Saya pun memulai kelas Saringan. Selama tiga bulan. Dengan banyak sekali hikmah yang saya dapatkan.

 

*tulisan ini untuk mengingat kembali masa ketika mondok beberapa bulan kala itu baik saat di PPM, Kediri, dan Kertosono. Sayang kalau nanti menguap tak berbekas. Semoga ada manfaat yang melekat.*

*Jejak Ketika Mondok [JKM]*

 

Advertisements