sharing

ODOJ ( One Day One Juz)

Saya yakin beberapa dari khalayak, sudah pernah mendengar ODOJ alias One Day One Juz. Sebuah program yang sangat positif. Membaca kalam Ilahi sebanyak satu juz dalam sehari. Bahkan ditambahi dengan memahami isi kandungan dari kalam Ilahi tersebut.

Sudah barang tentu akan mendatangkan pahala dan kebaikan-kebaikan yang sungguh luar biasa. Dengan tetap diniati untuk ibadah karena Allah. Katanya (karena saya sendiri tidak tergabung dalam program/komunitas ODOJ ini) teman saya program/komunitas ini memiliki grup whatsapp sehingga memudahkan dalam pengontrolan member yang ingin mengkhatamkan satu juz dalam waktu sehari semalam. Bahkan apabila ada member yang dalam kondisi berhalangan untuk membaca Alqur’an maka “jatah” bacaannya bisa dilimpahkan ke member yang lain. Sehingga dalam sehari semalam, grup tersebut bisa mengkhatamkan satu mushaf Alqur’an.

Walaupun tidak tergabung dalam program/komunitas tersebut, setidaknya kita bisa termotivasi merutinkan kembali membaca, memahami bahkan mengamalkan kandungan dari firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sehingga menjadikan kita menjadi insan yang lebih baik. Oh ya, beberapa hari lalu dari sebuah grup telegram yang saya ikuti. Saya mendapatkan tips bergambar yang menarik dari senior terkait ODOJ ini.

*maaf apabila ada kesalahan dalam program ODOJ sekilas yang saya sampaikan šŸ™‚ *

Spesialisasi Kebendaharaan Negara (Anggaran)

Berawal dari melihat postingan salah satu alumni STANĀ angkatan 2013 yang menuliskan serba serbi tentang kampus yang terletak di Bintaro, Tangsel. Saya kemudian berkomentar pada postingan tersebut. Dan berakhir dia malah “mengiklankan” saya kepada pembacanya kalauĀ ada yang ingin bertanya tentang spesialisasi kebendaharaan negara bisa bertanya kepada saya :mrgreen:

Nah sebelum ditanya, mending saya buat postingan sederhana terkait spesialisasiĀ yang kerenĀ ini. šŸ˜›

Dan semoga saja bisa menjawab ketidaktahuan khalayak semua.

Sekolah yang alumninya antara lain Helmi Yahya, Sudirman Said, Amien Sunaryadi, Haryono Umar, dll ini memiliki enam spesialiasi atau jurusan. Yaitu :

  1. Program D1/D3 Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai.
  2. Program D1/D3 Spesialisasi Kebendaharaan Negara.
  3. Program D1/D3 Spesialisasi Administrasi Perpajakan.
  4. Program D3 Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan.
  5. Program D3 Spesialisasi Pajak Bumi dan Bangunan (Penilai).
  6. Program D3 Spesialisasi Pengurusan Piutang dan Lelang Negara.

Sesuai warna yang saya berikan di atas. Identitas yang melekat pada spesialiasi kebendaharaan negara ini adalah warna merah. Kalung bertuliskan nama almamater. Kemudian digantungkan kartu tanda mahasiswa yang juga berwarna merah.

BrRmV8bCUAATso3 (1)sumber gambar : sini

Tampilan secara keseluruhan mahasiswa kebendaharaan negara sama dengan spesialisasi lainnya karena peraturan berpakaian selama berkuliah memang sudah ditentukan dari kampus. Kemeja polos (putih/cerah) diselaraskan dengan celana bahan hitam/rok bahan hitam. Di hari tertentu diharuskan menggunakan pakaian batik. Dikecualikan untuk spesialisasi kepabeanan dan cukai, mereka memiliki pakaian dinas harian tersendiri. Jadi jangan berharap bisa pakai celana jeans dipadupadankan dengan kemeja kotak berwarna warni dan kaos oblong di dalamnya :mrgreen:

Setelah dari tampilan kita akan melihat spesialisasi kebendaharaan negara dari segi jumlah. Untuk jumlah mahasiswanya disesuaikan dengan kebutuhan kementerian keuangan. Jadi setiap tahun bisa berbeda-beda. Tapi biasanya menduduki urutan ketiga setelah spesialisasi akuntansi pemerintahan dan administrasi perpajakan. Ketika angkatan 2010, jumlah mahasiswa spesialisasi kebendaharaan negara sekitar 330an, terbagi dalam 10 kelas.

Dalam perkuliahan di sekolah yang terkadang diplesetkan menjadi setelah tamat akan nikahĀ :mrgreen: ini sama dengan perkuliahan lain pada umumnya, terbagi dalam beberapa sesi kuliah. Ada sesi pagi, sesi siang dan sesi sore. Selain itu mulai angkatan 2013 dilaksanakan apel pagi dan sore di hari-hari tertentu.

Mulai tahun 2013 program D1 spesialisasi kebendaharaan negara diadakan kembali untuk memfasilitasi putra putri daerah papua dalam hal keilmuan di bidang perbendaharaan negara. Kemudian di tahun 2014, program D1 dibuka bersama spesialisasi lainnya pada USM STAN.

Perbedaan yang mencolok antara program D1 dengan D3 spesialisasi kebendaharaan negara tentu dalam hal masa tempuh pendidikan. D1 menempuh pendidikan selama satu tahun, sedangkan D3 harus menempuh pendidikan selama tiga tahun.

Untuk materi kuliah antara kedua program tersebut tidak terlalu jauh berbeda, hanya saja untuk program D1 mendapat pemadatan materi sehingga diharapkan setelah lulus dari pendidikan bisa langsung mengemban amanah di kementerian keuangan.

Berikut akan saya jabarkan tentang materi kuliah apa yang akan didapatkan ketika menempuh pendidikan pada spesialisasi kebendaharaan negara baik program D1 maupun D3.

Untuk program D1 spesialisasi kebendaharaan negara.

  • Semester 1 :
    • Pengantar Ilmu Hukum
    • Pengantar Ilmu Ekonomi
    • Aplikasi Komputer
    • Agama
    • Bahasa Indonesia
    • Pengantar Akuntansi
    • Kapita Selekta Pengembangan Pribadi
    • Penganggaran
    • Pelaksanaan APBN
    • Hukum Keuangan Negara
  • Semester 2 :
    • Pendidikan Kewarganegaraan
    • Bahasa Inggris
    • Statistika
    • Pengantar Perpajakan
    • Pengelolaan Kas Negara
    • Pengelolaan Barang Milik Negara
    • Sistem Akuntansi dan Pelaporan
    • Aplikasi Komputer Anggaran
    • Praktik Kerja Lapangan
    • Etika Profesi PNS

Untuk program D3 spesialisasi kebendaharaan negara.

  • Semester 1 :
    • Pendidikan Agama
    • Pendidikan Kewarganegaraan
    • Pengantar Ilmu Ekonomi
    • Statistika
    • Pengantar Akuntansi 1
    • Manajemen
    • Pengantar Komputer
    • Pengantar Ilmu Hukum
  • Semester 2 :
    • Bahasa Inggris
    • Ekonomi Makro
    • Pengantar Ekonometrika
    • Pengantar Akuntansi 2
    • Pengantar Perpajakan
    • Pengantar Pengelolaan Keuangan Negara
    • Hukum Keuangan Negara
    • Sistem Penganggaran
    • Perencanaan Kinerja Anggaran
  • Semester 3 :
    • Ekonomi Mikro
    • Manajemen Keuangan
    • Keuangan Publik
    • Perencanaan Anggaran
    • Praktikum Perencanaan Anggaran
    • Pengelolaan Keuangan Daerah
    • Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah
    • Pengelolaan Utang
    • Kapita Selekta Pengembangan Pribadi
  • Semester 4 :
    • Bank dan Lembaga Keuangan
    • Akuntansi Biaya
    • Pelaksanaan Pendapatan Negara
    • Praktikum Pendapatan Negara
    • Pelaksanaan Belanja Negara
    • Praktikum Pelaksanaan Belanja Negara
    • Praktikum Penatausahaan Bendahara
    • Pengelolaan Barang Milik Negara
    • Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
  • Semester 5 :
    • Bahasa Indonesia
    • Manajemen Proyek
    • Akuntansi Pemerintah Pusat
    • Pengelolaan Kas Negara
    • Pengelolaan Investasi Pemerintah
    • Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
    • Praktikum Aplikasi Keuangan Negara
    • Hukum Perdata
  • Semester 6 :
    • Monitoring dan Evaluasi Anggaran
    • Praktikum Monitoring dan Evaluasi Anggaran
    • Praktik Kerja Lapangan
    • Karya Tulis Ilmiah
    • Etika PNS
    • Pendidikan Anti Korupsi
    • Budaya Nusantara

Materi kuliah di atas saya dapatkan dari adik tingkat yang masih menempuh pendidikan sehingga lebih update. Karena ada beberapa penambahan materi kuliah yang tidak saya dapatkan ketika menempuh pendidikan di sana.

Di kampus STAN memang ada sebuah sistem drop out yang diterapkan apabila mahasiswa mendapat nilai dibawah standar, mencontek, tidak masuk selama 3 kali pada mata kuliah yang sama, dll. Nah, beberapa slentingan mengatakan spesialisasi kebendaharaan negara terkenal santai dibandingkan dengan spesialisasi lainnya. Sehingga drop out sangat jarang menimpa spesialisasi ini. Padahal ya sama saja, kalau dibandingkan dengan spesialisasi akuntansi pemerintahan dan administrasi perpajakan memang jumlah yang ke-DO tidak lebih banyak. Itu disebabkan karena memang jumlah kami lebih sedikit dibanding mereka. Tapi jika dilihat dari persentase, ya sama saja. :mrgreen:

Fyi, spesialisasi kebendaharaan negara ini terkenal dengan kemampuan menghafal mahasiswa mahasiswinya. Karena mereka dihadapkan dengan peraturan-peraturan yang selalu diperbaharui. Dalam ujianpun yang dibatasi waktu 1,5-2,5 jam, masih ada saja mahasiswa yang bisa nambah kertas ujian berlembar-lembar. Saya nggak habis pikir :mrgreen: Walaupun demikian, kemampuan hitung menghitung spesialisasi kalung merah ini juga tidak boleh diragukan. šŸ˜Ž

Para dosen di spesialisasi ini adalah orang-orang terbaik. Dosen-dosen ini sudah dibekali dengan ilmu yang mumpuni, selain didukung teori yang ada mereka juga sering berbagi pengalaman tentangĀ lingkungan kerjanya. Karena kebanyakan dosen yang mengajar adalah profesional di kementerian keuangan. Selain itu ada juga dosen yang berasal dari profesional di luar kementerian keuangan. Jadi kemampuan lulusan dari spesialisasi ini insyaAllah sudah tidak perlu diragukan lagi.

Untuk kegiatan mahasiswa tentu sudah dinaungi oleh BEM dan difasilitasi beberapa unit kegiatan mahasiswa lainnya, namun organisasi khusus di spesialisasi ini juga ada. Spesialisasi yang lebih banyak waktu kuliahnya di gedung I dan J ini memiliki organisasi kemahasiswaan bernama FOKMA (Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran), khusus yang beragama islam ada wadah organisasi bernama IMMA (Ikatan Mahasiswa Muslim Anggaran).

Berlanjut ke instansi manakah para lulusan spesialisasi kebendaharaan negara ini?

Tergantung.

Karena semua didasarkan dengan kebutuhan di kementerian keuangan. Namun, senior beberapa tahun di atas saya ada juga yang berkarir di instansi lain seperti BPK. Karena dulu memang penempatan lulusan STAN ditempatkan di tiga instansi antara lain, kementerian keuangan, BPKP dan BPK.

Lebih lanjutnya, saya akan bercerita tentang penempatan instansi yang dialami angkatan 2010 di spesialisasi yang terkenal juga dengan nama Treasury.

Karena dengan mata kuliah yang luas terkait keuangan negara. Spesialisasi ini lebih fleksibel dalam penempatan instansi. Jika spesialisasi akuntansi pemerintahan bisa memilih 11 pilihan eselon 1, maka spesialisasi kebendaharaan negara diberikan pilihan sebanyak 7 eselon 1. Sedangkan spesialisasi lain diberikan 3 pilihan, bahkan ada yang tanpa pilihan seperti spesialisasi kepabeanan dan cukai yang sudah jelas akan masuk ke direktorat jenderal bea dan cukai.

Pada saat hendak pemberkasan TKD, spesialisasi kebendaharaan negara memilih dua diantara pilihan berikut.

  • Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN)
  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
  • Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)
  • Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU)
  • Sekretariat Jenderal (Setjen)
  • Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
  • Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)

Karena fokus utama terkait perbendaharaan negara, banyak lulusan spesialisasi kebendaharaan negara ini ditempatkan di DJPBN yang memiliki kantor vertikal di seluruh Indonesia bernama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Sekali lagi ya biar mantap, seluruh Indonesia :mrgreen:

Mungkin itu sedikit perkenalan dengan spesialisasi atau jurusan yang hanya ada satu-satunya di Indonesia bahkan mungkin dunia.

We proud to be Red !

Hati-Hati Bersosial Media

Berinternet sepertinya memang sudah masuk ke dalam tatanan hidup kita. Lebih khusus lagi dalam penggunaan media sosial. Kadang waktu yang digunakan untuk berinteraksi secara riil dengan manusia di sekeliling kita jauh lebih sedikit dibandingkan saat berinteraksi di media sosial.

Bahkan dengan semakin beraneka ragamnya jenis media sosial. Membuat aktivitas yang setiap hari kita lakukan dapat diikuti oleh teman-teman atau follower di media sosial. Mereka dapat mengetahui semua kegiatan yang kita lakukan. Ya tentu saja karena kita sendiri yang mengupdate semua kegiatan kita. Hal ini bisa menimbulkan akibat buruk pada kita lho. Kok bisa?

Awalnya saya juga nggakĀ pernah kepikiranĀ kalau dalam menggunakan media sosial bisa berakibat buruk. Tapi kemudian setelah mendengar beberapa kasus terkait media sosial, saya mulai sadar bahwa dalam menggunakan media sosial ada ancaman tersendiri yang bisa saja mendatangi kita jika tidak berhati-hati.

Ada sebuah iklan yang memberikan kita gambaran bagaimana berbahayanya penggunaan media sosial. Berikut videonya.

Kebetulan iklan ini yang muncul ketika saya hendak menonton salah satu video di youtube.

Mungkin kalau yang menggunakan handphone, ketika membaca postingan ini mengalami kesulitan dalam menonton videonya. Saya ceritakan sedikit mengenai isi videonya.

Video ini bercerita tentang beberapa scene dimana ada seorang cewekĀ yang mendapat telepon misterius. Sehingga membuat si wanita jadi ketakutan. Tapi ini karena kesalahan wanita itu sendiri yang mempublish nomer handphonenya di media sosial.

Terus ada juga cowok yang setiap detil kehidupannya diupdate di media sosial. Nah, ternyata followernya ada yang berniat jahat yaitu ingin mencuri di rumah cowok tersebut. Karena setiap detil kehidupannya diupdate, otomatis orang yang berniat jahat ini jadi tahu dan dengan mudah mencuri barang-barang yang ada di rumah cowok tersebut.

Cerita yang ketiga hampir mirip denganĀ yang kedua. Setiap detil kehidupannya diupdate di media sosial. Dan followernya ada yang berniat jahat juga sama dia. Jadi followernya ini ngikutin aktivitas si cewek yang setiap saat update. Dan akhirnya…nonton sendiri deh, haha šŸ˜›

Ada pesannya juga dari iklan ini yaitu :

“Kebanyakan Sharing Tanpa Disaring, Bukannya Gaya Malah Bahaya.”

“Jadi, Masih Mau Sharing Sembarangan Di Dunia Maya? #JanganAsal”

Ada websitenya juga di http://www.loop.co.id/janganasal

Yuk lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial. šŸ˜€

Muballigh Muda

Bulan Ramadhan kemarin merupakan bulan puasa yang berkesan buat saya. Selain karena sebulan penuh bisa puasa bersama keluarga – beberapa tahun sebelumnya tidak pernah full sebulan di rumah, apalagi tahun kemarin puasa full di rantau – saya diajak untuk membantu mengisi sebuah pengajian di salah satu masjid yang ada di bilangan Jalan Swadaya, daerah Kekalik Jaya. Mataram.

Ternyata saya dijadwal untuk mengajar muda mudi atau remaja usia SMP/SMA, walaupun beberapa ada juga yang sudah kuliah. Saya diperbantukanĀ untuk membacakan atau tadarusan Alqur’an, mengartikan beberapa makna dan keterangan yang ada dalam Alqur’an dan beberapa Hadits Himpunan. Syukurnya saya pernah sedikit-sedikit belajar agama di pondok, jadi bisa ikut membantu muda mudi yang ada di kawasan sekitar masjid untuk mendapatkan ilmu agama. Semoga saja apa yang saya sudah berikan bisa bermanfaat.

Ketika pada jadwal pertama saya untuk menyampaikan makna keterangan sudah hampir selesai. Saya mengadakan semacam kuis, satu pertanyaan untuk akhwat dan satu pertanyaan untuk ikhwan. Ketika saya memberikan pertanyaan pada salah seorang ikhwan, dia pun menjawab dengan benar. Sehingga otomatis saya harus memberikan hadiah kepadanya.

Setelah saya turun dari podium, lalu saya hampiri ikhwan tersebut. Dia menolak untuk menerima hadiah dari saya. Namun setelah beberapa saat, saya yakinkan dia untuk menerima hadiah tersebut.

Beberapa saat setelah dia menerima hadiah tersebut. Dia berkata, “Mas, sampeyan lulusan (pondok) kediri ya?”

Saya tersenyum dan saya jawab, “Bukan, saya cuman pernah mondok di PPM.”

Dia malah kelihatan bingung. “PPM apa Mas?”

Saya tertawa. Ternyata memang masih banyak yang belum mengenal PPM. Saya jawab saja dengan bercanda, ” PPM itu Pura-Pura Mondok.” Entah mungkin saat itu dia nanggepin dengan serius. Haha.

Setelah itu kami berdua ngobrol. Tentu tentang pengertian PPM yang sebenarnya, juga saya jelaskan. Takutnya dia beneran nganggep Pura-Pura Mondok. Setelah ngobrol, akhirnya saya tahu nama ikhwan itu adalah Gilang. Dia merupakan siswa di salah satu SMP milik sebuah yayasan yang ada di Gading, Jombang. Jawa Timur. Kebetulan dia sedang liburan.

Selain bersekolah seperti layaknya anak SMP lainnya. Dia juga terdaftar sebagai salah satu santri di Pondok Pesantren Gading yang letaknya sangat dekat dengan SMP tempat ia bersekolah. Sekarang Gilang sudah duduk di kelas 3. Dan yang membuat saya tertarik menulis tentang Gilang ini adalah, dia sudah berstatus sebagai seorang Muballigh di umurnya yang masih sangat muda.

Insya Allah, dia sudah khatam Alqur’an beserta makna dan keterangan. Khatam Hadits himpunan beserta makna dan keterangan. Dan tentu materi penunjang selama dia tinggal di pondok. Saya benar-benar takjub atas pencapaiannya.

Karena sekarang sudah menyandang gelar seorang muballigh muda dan duduk di bangku kelas 3, dia mulai fokus untuk bisa lulus SMP. Setelah lulus SMP pun, Insya Allah katanya dia ingin melanjutkan di SMA yang juga dekat dengan pondok. Katanya, dia mau mengkhatamkan Hadits Besar, antara lain Kitab Shohih Bukhori, Kitab Shohih Muslim, Kitab Ibnu Majah, dll. Semoga Allah paring lancar dan barokah. Saya jadi teringat ketika pernah beberapa waktu di Kediri, saya juga berkenalan dengan remaja seusia Gilang, namun perawakannya kecil sekali. Ia akrab dipanggil Acil, dia juga sama seperti Gilang ini. Yang membedakan, Acil juga mengikuti program Tahfidz Qur’an. Saya membayangkan, suatu saat Acil dan Gilang ini akan menjadi seorang Ulama yang hebat. Semoga.

Selain berkenalan dengan Gilang. Saya juga bertemu dengan beberapa remaja lulusan SMA yang juga santri di Pondok Pesantren Gading. Salah satunya bernama Aji. Selain sudah menyandang gelar Muballigh, dia juga memiliki kemampuan mengajar dengan bahasa inggris. Karena ketika di pondok, dia mengikuti salah satu ekstrakurikuler MTI. Metode Teaching of Islamic, singkatnya belajar agama dengan berbahasa inggris.

Sempat juga saya tanyakan pada Aji, mau lanjut kuliah atau jadi guru ngaji dulu. Jawaban dari dia, mau jadi guru ngaji dulu. Sekalian di tempat yang jauh katanya. Mungkin karena masih muda, jadi dia ingin sekali bisa mengajarkan ilmu yang dimilikinya ke semua orang.

Tidak hanya Gilang dan Aji – yang ternyata mereka berdua adalah saudara kandung – ada banyak lagi lulusan dari Pondok Pesantren Gading di sekitar lingkungan Kekalik Jaya, Mataram.

Namun remaja-remaja hebat ini tidak hanya ada di Mataram. Karena santri yang mondok sekaligus sekolah di sana pun dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Dan setelah mereka lulus, sertaĀ menyandang gelar Muballigh. Mereka punya pilihan untuk melestarikan kemurnian agama di seluruh Indonesia. Dan membawa Islam menjadi agama yang rahmatan lil alamin dalam kehidupan sehari-hari yang bukan hanya diucapkan namun benar-benar diamalkan.

Surah Al Insan oleh Mishari Rashid Al Afasy

Saya teringat beberapa waktu lalu. Saat masih berstatus santri di ponpes mahasiswa di bilangan Bintaro. Ada salah satu rekan saya, sebut saja Mas Def. Dia dulunya juga pernah mondok di pondok Burengan di Kediri kurang lebih selama satu tahun. Namun, karena harus mengikuti tes salah satu perguruan tinggi kedinasan, kemudian dia kembali ke Jakarta.

Dalam beberapa hal, Mas Def memang banyak sekali memiliki kelebihan dibandingkan kami santri seangkatan lainnya. Sepengetahuan saya, dia mempunyai hafalan lebih banyak daripada kami. Apalagi jika dibandingkan dengan saya. Ah apalah diri ini.

Ternyata, Mas Def punya kebiasaan lain dibandingkan kami para rekannya di ponpes. Mas Def senang sekali mendengar murottal dari beberapa syekh yang ada di Arab. Dengan sering mendengarkan murottal terutama di sela-sela waktu yang ada. Kemampuan menghafalnya tentu meningkat.

Suatu ketika, saya ditunjukkan oleh Mas Def salah satu murottal milik Syekh Mishari Rashid Al Afasy, yakni Surah Al Insan.

Berbeda dengan kebanyakan murottal yang pernah saya dengarkan, beliau ini Syekh Mishari Rashid Al Afasy merecitationĀ Surah Al Insan dengan melodi. Melodi yang membuat kecintaan terhadap ayatnya Sang Pencipta semakin bertambah. Insya Allah.

Berikut, murottal dari Syekh Mishari Rashid Al Afasy yang saya dapatkan dari Youtube.

Semoga bisa menambah kesemangatan kita untuk selalu membaca kalamnya Allah. Dan semakin termotivasi untuk mencintai Alqur’an.

Kisah Wanita Pertama Masuk Surga : Muthi’ah

Apa kabar Khalayak?

Semoga baik-baik saja.

Sebelum melanjutkan, sudahkah kita bersyukur hari ini? Kalau belum yuk bersyukur dulu. Atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, tak terkecuali masih diberi kesehatan. Bisa membaca postingan inipun termasuk nikmat yang luar biasa bukan?

Menyambung postingan sebelumnya, saya pernah menulis tentang Rahasia Suami Istri. Kali ini saya akan sharing masih seputar ketho’atan seorang wanita.

Begini kisahnya,

***

Suatu ketika Fatimah bertanya kepada Rosululloh. Siapakah perempuan yang kelak pertama kali masuk surga? Rosululloh menjawab , Dia adalah seorang wanita bernama Muthiā€™ah.

Fatimah terkejut. Ternyata bukan dirinya seperti yang dibayangkan. Mengapa justru orang lain, padahal dia adalah putri Rosululloh sendiri. Maka timbullah keinginan Fatimah untuk mengetahui siapakah gerangan perempuan itu. Dan apakah yang telah diperbuatnya hingga dia mendapat kehormatan yang begitu tinggi?

Setelah minta izin kepada suaminya, Ali bin Abi Tholib, akhirnya Fatimah dengan ditemani Hasan, putranya yang masih kecil berangkat mencari rumah kediaman Muthiā€™ah.

Ketika sampai di rumah Muthiā€™ah, Fatimah mengetuk pintu seraya memberi salam, ā€œAssalaamuā€™Alaikumā€¦!ā€

ā€œWaā€™alaikumussalaam! Siapa di luar?ā€ Terdengar jawaban lemah lembut dari dalam rumah. Suaranya cerah dan merdu.

ā€œSaya Fatimah, putri Rosululloh,ā€ sahut Fatimah kembali.

ā€œAlhamdulillah, alangkah bahagia saya hari ini, Fatimah putri Rosululloh sudi berkunjung ke gubuk saya,ā€ terdengar kembali jawaban dari dalam. Suara itu terdengar ceria dan semakin mendekat ke pintu.

ā€œSendirian, Fatimah,ā€ tanya Muthiā€™ah seraya membukakan pintu.

ā€œAku ditemani Hasan,ā€ jawab Fatimah.

ā€œAduh, maaf ya,ā€ kata Muthiā€™ah, suaranya terdengar menyesal.

ā€œSaya belum mendapat izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki.ā€

ā€œTapi Hasan kan masih kecil?ā€ jelas Fatimah.

ā€œmeskipun kecil, Hasan adalah seorang laki-laki. Besok saja Anda datang lagi, ya? Saya akan minta izin dulu kepada suami saya,ā€ kata Muthiā€™ah dengan menyesal.

Sambil menggeleng-gelengkan kepala, Fatimah mohon diri pulang.

Besoknya Fatimah datang lagi ke rumah Muthiā€™ah, kali ini ia ditemani oleh Hasan dan Husein. Bertiga mereka mendatangi rumah Muthiā€™ah. Setelah memberi salam dan dijawab dengan gembira, masih dari dalam rumah Muthiā€™ah bertanya,

ā€œKau masih ditemani oleh Hasan, Fatimah? Suami saya sudah memberi izin.ā€

ā€œya, juga ditemani oleh Husein,ā€jawab Fatimah.

ā€œHaā€¦? Kenapa kemarin tidak bilang? Yang dapat izin Cuma Hasan, dan Husein belum. Terpaksa saya tidak bisa menerimanya juga,ā€ dengan perasaan menyesal Muthiā€™ah kali ini juga menolak.

Hari itu Fatimah gagal lagi untuk bertemu dengan Muthiā€™ah. Dan keesokan harinya Fatimah kembali lagi, mereka disambut baik oleh perempuan itu di rumahnya.

Keadaan rumah Muthiā€™ah sangat sederhana, taka da satupun perabot mewah yang menghiasi rumah itu. Namun, semuanya teratur rapi. Tempat tidur yang terbuat dengan kasar juga terlihat bersih, alasnya yang putih terlihat seperti baru di cuci. Bau dalam ruangan itu harum dan sangat segar, membuat orang betah tinggal di dalamnya.

Fatimah sangat kagum melihat suasana yang sangat menyenangkan itu, sehingga Hasan dan Husein yang biasanya tidak betah berada di rumah orang, kali ini nampaknya asyik bermain-main.

ā€œMaaf ya, saya tak bisa menemani Fatimah duduk dengan tenang, sebab saya harus menyiapkan makan untuk suami saya.ā€ Kata Muthiā€™ah sambil mondar mandir dari dapur ke ruang tamu.

Mendekati tengah hari, masakan sudah siap dihidangkan, kemudian ditaruh meja. Muthiā€™ah mengambil cambuk yang juga ditaruh di atas meja.

ā€œSuamimu bekerja dimana?ā€ tanya Fatimah.

ā€œDi ladang,ā€ jawab Muthiā€™ah.

ā€œSeorang Pengembala?ā€ tanya Fatimah lagi.

ā€œBukan, bercocok tanam.ā€

ā€œTapi, mengapa kau bawakan cambuk?ā€

ā€œOh, itu? Sahut Muthiā€™ah dengan tersenyum. ā€œCambuk itu kusediakan untuk keperluan lain. Maksudnya begini, kalau suami saya sedang makan, lalu kutanyakan apakah masakan saya cocok atau tidak. Kalau dia mengatakan cocok, maka tak akan terjadi apa-apa. Tapi kalau dia bilang tidak cocok, maka cambuk itu akan saya berikan kepadanya, untuk mencambuk punggung saya, berarti saya tidak bisa melayani suami dan menyenangkan hatinya.ā€

ā€œApakah itu kehendak suamimu?ā€ tanya Fatimah keheranan.

ā€œBukan! Suami saya adalah sorang yang penuh kasih sayang. Ini semua adalah kehendakku sendiri, agar aku jangan sampai menjadi istri yang durhaka kepada suami.ā€

Mendengar penjelasan itu, Fatimah menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian ia meminta diri, pamit pulang.

Di tengah perjalanan pulang Fatimah berkata dalam hati, ā€œPantas kalau Muthiā€™ah kelak akan menjadi seorang perempuan pertama kali masuk surga,ā€

Muthiā€™ah sangat berbakti kepada suami dengan tulus. Perilaku kesetiaan semacam itu bukanlah lambing perbudakan wanita oleh kaum lelaki. Tapi, merupakan cermin bagi citra ketulusan dan pengorbanan kaum wanita yang harus dihargai dengan perilaku yang sama.

***

Semoga ada banyak hikmah yang bisa kita petik bersama dari kisah ini.

Menjadi istri yang thoā€™at kepada suami. Dan menjadi suami yang terbaik untuk istri tercinta.

Sumber diketik ulang dari : 25 Kisah Teladan Untuk anak-anak Muslim. Buku Pegangan Guru Pondok Kertosono sebagai penunjang penyampaian Materi Cabe Rawit.

Rahasia Suami Istri

Judulnya kelihatan serius ya khalayak?

Santai aja ya. Cuman pengen sharing.

Saya mendengar dan melihat kabar teman-teman sekampus saya sudah banyak yang menikah. Di masa tungguĀ ini, mereka sudah berani mengambil tindakan hebat. Menikah muda. Yang insyaAllah salah satu tujuannya adalah untuk menghindari pelanggaran antara laki-laki dan perempuan yang belum halal.

Mengutip quote.

Bila dua orang laki-laki dan perempuan bertemu kemudian keduanya saling memiliki rasa, tapi keduanya sama-sama tidak siap. Kondisi tersebut berbahaya dan rawan untuk tergelincir dalam dosa.

Kurniawan Gunadi

Jadi saya salut kepada para pasangan muda. Saya kapan ya? *abaikan*

Nah, saya tidak akan menggurui atau menasehati khalayak, khususnya yang sudah menikah. Lah, wong saya sendiri belum menikah. Kan lucu jadinya.

Saya hanya pengenĀ sharing sebuah kisah. Semoga bermanfaat.

Di suatu wilayah, hiduplah seorang suami yang kehidupannya biasa-biasa saja. Mungkin bisa dibilang lebih ke arah kekurangan. Dia hidup dengan seorang istri. Suatu ketika, suami itu pergi bekerja. Dan tinggal hanyalah istrinya di rumah. Tiba-tiba datanglah seorang pak tua.

Singkat cerita, bertanyalah pakĀ tua itu kepada istri bagaimana keadaan suami istri tersebut. Si istri tersebut menceritakan bagaimana dia merasa kekurangan. Suaminya hanya bisa memberi nafkah yang pas-pasan, bahkan sering kurangnya. Keluarga yang mereka bina tidak merasa bahagia, karena rezeki yang didapat selalu kurang di mataĀ sang istri.

Kemudian, pak tua tersebut berpesan kepada si istri tersebut, untuk menyampaikan salam kepada suaminya. Bilang kepada suamimu untuk mengganti daun pintu rumah kalian.

Ketika suami itu pulang dari bekerja. Dia merasa ada yang datang kerumahnya. Lalu ia bertanya kepada istrinya. Istrinya pun menceritakan pak tua yang datang tadi. Juga menyampaikan pesan bahwa si suami harus mengganti daun pintu rumahnya. Suami itupun menyadari bahwa yang datang adalah ayah kandungnya yang sudah lama tidak bertemu bahkan saat dia menikah. Mengganti daun pintu itu maksudnya si suamiĀ harus menceraikanĀ istrinya. Karena istrinyaĀ adalah wanita yang tidak baik. Yang menceritakan aib atau kekurangan yang dimiliki suaminya.

Diceraikanlah istri tersebut.

Cerita disingkat, si suami itu menikah lagi. Juga tanpa dihadiri oleh ayahnya.

Suatu ketika. Saat suami itu pergi bekerja. Pak tua itu kembali datang ke rumahnya. Dan lagi-lagi bertemulah dia dengan istri (yang baru). PendekĀ cerita, bertanyalah pak tua itu bagaimana keadaan rumah tangga suami istri tersebut. Istri menjawab, keluarganya bahagia. Bahkan merekaĀ sangat berkecukupan. Tidak ada yang kurang dari hasil kerja keras suaminya. Padahal kenyataannya, keadaan suaminya tersebut tidak jauh beda denga keadaan saat dia memiliki istri sebelumnya. Hidup pas-pasan bahkan lebih banyak kurangnya. Namun si istri tersebut berusaha menutupi kekurangan suaminya.

Kemudian pak tua beranjak pulang, seraya menitipkan pesan kepada suamiĀ istri tersebut. Pesannya, agar menjaga dan merawat dengan penuh kasih sayang daun pintu rumahnya. Si istri mengangguk, walaupun tidak mengerti maksud dari pesan pak tua tersebut.

Pulanglah si suami. Dia bertanya kepada istri. Adakah yang mencarinya, karena si suami merasakan ada yang datang tadi. Istrinya menjawab, iya suamiku. Tadi ada pak tua yang datang, tapi aku tidak mengenalnya.

Apa yang dia lakukan? Tanya suami.

Istrinya menjawab, pak tua itu tentang keadaan keluarga kita.

Adakah dia berpesan sesuatu?

Iya suamiku, pak tua itu berpesan untuk menjaga dan merawat daun pintu rumah kita.

Pak tua itu adalah ayahku. Dia berpesan untuk menjaga dan merawatmu. Karena kamu adalah istri yang baik.

Begitulah cerita yang saya inti sarikan dari sebuah kisah teladan. Ini adalah kisah Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim. Saya mendapatkan mangkulan kisah ini saat mengkaji Himpunan Baiti Jannati. Sumber kisahnya dari Hadits Riwayat Bukhori. (Kalaupun ada kesalahan sumber dan lainnya, bagi khalayak monggo koreksinya)

Apa yang bisa kita petik Ā dari kisah ini?

Istri yang baik atau dikategorikan sholihah adalah salah satunya yang bisa menutupi segala kekurangan suaminya. Tidak mengumbar kemana-mana. Atau bahkan curhat, terlebih di media sosial. Yang bisa diketahui oleh banyak orang. Bagaimana perasaan suaminya jika mengetahui kalau istrinya tidak bisa menutupi rahasia keluarganya.

Khianat paling besar adalah khianat istri pada suami dengan menceritakan kejelekan rumah tangga pada orang lain.

Penjelasan tambahan guru saya.

Ada yang iseng bertanya, kalau suami yang menceritakan keburukan istrinya gimana? Ya, sama tidak dikatakan bahwa dia suami yang sholih.

Suami dan istri harus sama-sama bisa menjaga bahtera rumah tangganya. Jangan sampai ada masalah sedikit, langsung menceritakan permasalahan yang notabenenyaĀ rahasia keluarga ke orang lain. Diselesaikan secara baik-baik dulu, dimusyawarahkan, dipikir secara jernih. Diinget-inget juga dong, dulu pas awal nikah.

Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah.

HR Muslim, Ibnu Majah, Nasai.

Ya, intinya sih suami dan istri harus bisa sama-sama menjaga hal-hal yang bersifat rahasia rumah tangga agar tidak sampai terdengar apalagi tersebar ke orang lain.

308032_165018450304469_1976495120_n

sumber gambar : sini

Eh, kok berasa jadi konsultan pernikahan. Maaf ya khalayak.

nb : bagi yang sedang mencari jodoh, semoga lekas dapat. *termasuk penulis*