Hati-Hati Bersosial Media

Berinternet sepertinya memang sudah masuk ke dalam tatanan hidup kita. Lebih khusus lagi dalam penggunaan media sosial. Kadang waktu yang digunakan untuk berinteraksi secara riil dengan manusia di sekeliling kita jauh lebih sedikit dibandingkan saat berinteraksi di media sosial.

Bahkan dengan semakin beraneka ragamnya jenis media sosial. Membuat aktivitas yang setiap hari kita lakukan dapat diikuti oleh teman-teman atau follower di media sosial. Mereka dapat mengetahui semua kegiatan yang kita lakukan. Ya tentu saja karena kita sendiri yang mengupdate semua kegiatan kita. Hal ini bisa menimbulkan akibat buruk pada kita lho. Kok bisa?

Awalnya saya juga nggak pernah kepikiran kalau dalam menggunakan media sosial bisa berakibat buruk. Tapi kemudian setelah mendengar beberapa kasus terkait media sosial, saya mulai sadar bahwa dalam menggunakan media sosial ada ancaman tersendiri yang bisa saja mendatangi kita jika tidak berhati-hati.

Ada sebuah iklan yang memberikan kita gambaran bagaimana berbahayanya penggunaan media sosial. Berikut videonya.

Kebetulan iklan ini yang muncul ketika saya hendak menonton salah satu video di youtube.

Mungkin kalau yang menggunakan handphone, ketika membaca postingan ini mengalami kesulitan dalam menonton videonya. Saya ceritakan sedikit mengenai isi videonya.

Video ini bercerita tentang beberapa scene dimana ada seorang cewek yang mendapat telepon misterius. Sehingga membuat si wanita jadi ketakutan. Tapi ini karena kesalahan wanita itu sendiri yang mempublish nomer handphonenya di media sosial.

Terus ada juga cowok yang setiap detil kehidupannya diupdate di media sosial. Nah, ternyata followernya ada yang berniat jahat yaitu ingin mencuri di rumah cowok tersebut. Karena setiap detil kehidupannya diupdate, otomatis orang yang berniat jahat ini jadi tahu dan dengan mudah mencuri barang-barang yang ada di rumah cowok tersebut.

Cerita yang ketiga hampir mirip dengan yang kedua. Setiap detil kehidupannya diupdate di media sosial. Dan followernya ada yang berniat jahat juga sama dia. Jadi followernya ini ngikutin aktivitas si cewek yang setiap saat update. Dan akhirnya…nonton sendiri deh, haha 😛

Ada pesannya juga dari iklan ini yaitu :

“Kebanyakan Sharing Tanpa Disaring, Bukannya Gaya Malah Bahaya.”

“Jadi, Masih Mau Sharing Sembarangan Di Dunia Maya? #JanganAsal”

Ada websitenya juga di http://www.loop.co.id/janganasal

Yuk lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial. 😀

Cerita Senior

Semasa orientasi, saya berada di seksi pengawasan dan konsultasi. Biasa junior seperti saya disuruh membantu administrasi surat masuk. Selama mengadministrasikan tersebut, ada beberapa surat yang sesekali saya perhatikan. Sekalian saya pelajari. Maklum saya memang butuh banyak belajar karena jurusan yang saya dalami ketika kuliah berbeda dengan apa yang saya jumpai sekarang.

Ada surat terkait salah seorang wajib pajak orang pribadi yang memiliki harta kekayaan yang fantastis. Dikatakan fantastis karena pajak yang harus dia bayar mencapai milyaran. Pajaknya saja mencapai milyaran, bagaimana dengan hartanya. 😯

Selang beberapa hari. Saya diikutkan oleh seorang kepala seksi untuk ikut membantu sosialisasi di salah satu kampus swasta yang ada di kota Mataram. Sepulang dari sosialisasi tersebut saya diajak makan siang oleh beberapa senior di salah satu rumah makan.

Ketika makan siang itulah, senior mulai bercerita bagaimana mereka (dua orang) mendatangi wajib pajak yang memiliki harta fantastis tersebut. Senior mulai bercerita siapa sebenarnya wajib pajak tersebut, darimana dia mendapatkan tersebut, dan cerita-cerita lain terkait wajib pajak tersebut.

Cerita yang menarik perhatian saya adalah ketika senior saya mendatangi wajib pajak tersebut dan ketika telah selesai mereka dibawakan beberapa amplop tebal, ya bisa dibilang isinya yo uang :mrgreen:. Namun, dengan sopan senior saya menolaknya. Karena segala bentuk pelayanan yang diberikan kepada wajib pajak tidak dipungut biaya sedikitpun. Herannya wajib pajak tersebut malah kaget, katanya dia baru menemukan lembaga, apalagi  sebesar DJP tidak menerima hal-hal “terimakasih” seperti itu.

Saya benar-benar terkesima dengan cerita senior saya tersebut. Benar kata dosen saya ketika kuliah dulu, integritas adalah hal yang harus dimiliki dalam bekerja. Tanpa integritas, mustahil negeri ini bisa menjadi negeri yang diidam-idamkan oleh seluruh rakyatnya.

On Job Training

Kalau menurut definisi dari sini, On Job Training atau kita singkat jadi OJT yaitu A method of preparing an employee to perform a task by providing them with information about the task, a demonstration of its performance, an opportunity for the employee to imitate the demonstration and subsequent feedback. Many business operators feel that effective job training makes an important contribution to their company’s success.

Jadi secara pengertian yang saya tangkap, ya sama dengan magang. Intinya menyiapkan seorang pegawai baru untuk bekerja dengan mengetahui berbagai tugas terkait pekerjaan dan biasanya langsung mendapat bimbingan dari senior.

Tapi dalam praktek yang diterapkan oleh instansi dimana saya ditempatkan agaknya berbeda.

Terhitung sejak bulan November tahun lalu saya berstatus…duh saya bingung. Dibilang calon pegawai juga belum, karena belum dapat gaji 80%. Tapi anehnya di database sudah disebutkan sebagai pegawai yang diperbantukan. Dan tertulis juga sebagai calon pegawai. Tapi kan belum…ah sudahlah haha, saya tidak terlalu memusingkan status. Toh status jomblo saya juga biasa aja :mrgreen:

Setelah induksi atau pengenalan instansi kementerian di student centre kampus yang langsung dihadiri oleh menteri baru pada tanggal 5 November, siangnya pengumuman penempatan magang keluar. Alhamdulilah saya mendapat penempatan magang yang dekat dengan rumah. Jarak tempuh sekitar 15-20 menit dengan kecepatan normal. Jika dibandingkan dengan beberapa teman saya, saya termasuk yang beruntung bisa dapat penempatan magang di homebase. Mungkin salah satunya karena faktor luar jawa.

Tanggal 10 November lapor ke kantor untuk magang. Diterima dengan sangat baik. Tapi ternyata saya belum bisa dikatakan magang.

Jadi begini, sebelum diangkat menjadi calon pegawai. Saya harus melewati beberapa tahapan. Tahapan pertama, yaitu pada tanggal 10 November – 5 Desember, tahapan itu disebut orientasi. Saya kemudian ditempatkan di salah satu seksi yang membutuhkan. Dan akhirnya menempati seksi Pengawasan dan Konsultasi. Untuk orientasinya sendiri dilakukan oleh kepala Sub Bagian Umum dan kepala seksi Pemeriksaan dan Kepatuhan Internal selama 4 kali pertemuan. Yang dibahas antara lain terkait kode etik, struktur organisasi, prosedur pelaksanaan dll. Selama tidak ada pertemuan untuk orientasi, ya berarti ikut membantu pelaksanaan tugas di seksi dimana ditempatkan.

Nah setelah itu, barulah masuk ke tahap On Job Training atau OJT. Saya memulai masuk ke tahap ini di tanggal 8 Desember. Pertama OJT, saya ditempatkan di seksi Penagihan. Awal masuk langsung bertemu dengan kepala seksi dan diberikan briefing terkait apa saja tupoksi di seksi tersebut.

Selama tahap OJT di setiap seksi nanti akan diberikan masing-masing 4 prosedur pelaksanaan untuk dipelajari dan dilaksanakan sesuai arahan dari kepala seksi. Dan biasanya justru senior yang akan banyak sekali membantu.

Perpindahan selama tahap OJT disepakati 2 minggu sekali. Karena ada 6 seksi yang harus dimasuki maka tahap OJT ini berlangsung kurang lebih selama 3 bulan. Berarti sekitar Februari 2015 akhir, tahap OJT akan selesai. Dan barulah digantikan dengan Magang.

Kalau kata senior, nanti ketika magang akan ditempatkan di salah satu seksi seperti pada awal orientasi, tergantung kebutuhan dan kebijakan kasubag umum. Pada saat magang akan membantu pelaksanaan tugas di seksi dimana ditempatkan. Dan yang bikin deg-degan sembari magang, adalah penantian penempatan definitif.

Postingan Pertama di 2015

Sudah lama sekali saya tidak ikut meramaikan dunia blogging lagi. Sudah banyak sekali kisah dari teman-teman juga yang saya lewatkan.

Dan mungkin dengan semangat yang baru di tahun ini, saya bisa kembali ikut menyemarakkan dengan postingan-postingan yang semoga saja bermanfaat.

Setelah postingan terakhir saya tentang pemberkasan TKD (Tes Kompetensi Dasar) yang diadakan untuk lulusan sebuah sekolah kedinasan dimana saya menimba ilmu di Bintaro pada bulan November tahun lalu. Alhamdulillah, saya dan teman satu angkatan dinyatakan lulus. Walaupun beberapa (seingatnya saya ada 5 orang) harus ada yang dipilihkan jalan lain dengan tidak berkarir di kementerian yang menaungi sekolah kedinasan ini.

Fyi, kami yang berasal dari sekolah kedinasan di bawah salah satu kementerian sebelum diangkat menjadi CPNS harus mengikuti TKD yaitu Tes Kompetensi Dasar. Bisa dibilang ya sama aja kayak penerimaan CPNS pada umumnya. Hanya saja kami diberikan sebuah keistimewaan, bukan diluluskan secara cuma-cuma tapi diberikan beberapa kali kesempatan (angkatan saya diberikan kesempatan 3 kali). Dan apabila tidak lulus juga pada TKD ke 3, berarti ya tidak lulus. Padahal, sebagai sebuah sekolah kedinasan setelah dinyatakan lulus, maka mahasiswa berhak langsung dan sudah siap untuk mengabdi di instansi terkait sesuai kontrak kerja pada awal masuk sebagai mahasiswa. Namun, kami harus mengikuti instruksi dari atas, yaitu mengikuti TKD seperti pada penerimaan CPNS pada umunya. Hey, tapi inilah konsekuensi yang harus diambil. Saya sudah memilih dan saya harus siap mengambil semua konsekuensinya.

Dan Alhamdulillah, jalan saya dimudahkan. Sekarang saya sedang menjalani masa On Job Training di salah satu kantor pelayanan yang ada di wilayah kerja Nusa Tenggara. Kode kantornya 911.

Semoga saja di tahun 2015, mendapatkan kabar penempatan definitif yang barokah.

Buat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

Alhamdulillah. Segala Puji Bagi Allah.

Beberapa hari yang lalu, yang ditunggu-tunggu sekitar 2000an lebih lulusan sebuah sekolah kedinasan di bilangan Bintaro akhirnya datang juga. Sebuah kabar gembira untuk kita semua, kulit manggis kini ada ekstraknya pelaksanaan TKD (Tes Kompetensi Dasar) yang dilakukan berbarengan dengan pemberkasan pendaftaran CPNS Kementerian Keuangan 2014 akan dilaksanakan pada tanggal 25-29 Agustus 2014.

Setelah dinanti-nanti sekian bulan. Penantian kami berbuah. Dan insya Allah akan segera dipanen. Semoga Allah meridhoi. Aamiin.

Sebelum pelaksanaan TKD, kami satu angkatan minggu ini disibukkan dengan pengurusan beberapa surat keterangan. Di antaranya, SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian), Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani, dan Surat Keterangan Bebas Narkoba.

Kesempatan kali ini, saya mau bercerita tentang pembuatan SKCK di wilayah Resor.

Hari  itu hari rabu. Saya berencana untuk menyelesaikan pembuatan SKCK. Sebenarnya 4 tahun yang lalu, saya sudah pernah membuat SKCK juga untuk keperluan mendaftar di salah satu sekolah kesehatan milik pemerintah daerah. Jadi sebenarnya bukan hal yang baru buat saya.

Kalau di sebagian daerah membutuhkan pengantar RT/RW untuk ke Kelurahan. Maka saya tidak perlu. Saya langsung ke kantor Kelurahan. Ternyata sudah banyak motor yang berjejer di depan kantor, wah ramai nih. Saya tengok dan ternyata ada rapat yang kemudian saya tahu adalah rapat tentang pengurusan pernikahan dsb. Agak ragu mau masuk ke dalam karena ramai sekali, tiba-tiba muncul seseorang dari pintu belakang dan kemudian memandang ke arah saya yang sedang dirundung kegundahan masuk-nggak-masuk-nggak. Saya langsung berkata, “Mas, mau bikin surat pengantar.” Dia langsung berkata, “Lewat sini aja Mas”. Sambil mengarahkan melalui pintu belakang dan menunjukkan sampai ke meja petugas pembuat surat pengantar.

Di hadapan petugas tersebut, saya dimintai KK (Kartu Keluarga). Syukur sudah saya siapkan. Setelah dilihat, saya baru menyadari ternyata KK saya bermasalah. Nama di KK tersebut salah dan belum diganti. Petugas tersebut menyarankan nanti diperbaiki saja di Kecamatan. Dan setelah ngobrol sedikit tentang KK, akhirnya saya tahu beliau lah yang membuatkan KK saya tersebut. Oalaah.

Tapi beberapa saat kemudian, akhirnya Surat Pengantar untuk ke Polsek beres dengan ‘hadiah’ kejatuhan abu rokok milik petugas tadi di  kertas Surat Pengantar tersebut. Iya, saya sih gak masalah. Asal nanti pas pembuatan SKCK pun tidak bermasalah. Tapi mbok yo, kalau sedang bertugas jangan merokok dulu. Insya Allah nggak berat lah ya.

Surat Pengantar dari Kelurahan beres. Dengan tanpa biaya (Gratis). Entah mungkin karena petugas tersebut kenal dengan Ayah saya atau mungkin karena tadi memberi ‘hadiah’. Entahlah, tapi yang saya rasakan pelayanannya memuaskan. Gratisnya itu lho, saya suka. Terimakasih buat bapak petugas Kelurahan. Tapi rokoknya dikurangi lah ya, kesehatanmu lho Pak.

Berlanjut ke Polsek.

Polsek ini hanya berjarak beberapa langkah dari rumah. Saya jadi teringat peristiwa beberapa tahun yang lalu ketika saya masih SD apa sudah SMP, saya lupa. Polsek ini pernah diserang warga dan dibakar habis-habisan. Persoalannya sih katanya karena ada warga yang tertangkap terlibat kasus pencurian, kemudian desa yang tidak terima salah satu warganya ditangkap datang mendemo Polsek tersebut. Karena tuntutan tidak ditanggapi atau bagaimana, langsung beberapa warga membakar Polsek tersebut. Kejadian saat itu benar-benar panik. Setelah beberapa kompi polisi diterjunkan untuk meredakan massa, bunyi peluru yang ditembakkan ke udara bersahut-sahutan. Pemadam kebarakan pun datang, berusaha memadamkan api yang membesar. Mobil polisi yang biasa digunakan untuk mengangkut pasukan digunakan untuk mengamankan beberapa anggota polisi yang masih ada di Polsek tersebut. Saya yang menyaksikan langsung, seperti berasa di dalam film action hingga akhirnya Ibu saya memarahi saya karena ikut nonton, kalau kenapa-kenapa kan bahaya. Tapi beneran pas saat itu keren banget.

Back to topic.

Sampai di Polsek. Saya disambut ramah oleh salah satu polisi yang bertugas di bagian pelayanan. Langsung saja saya utarakan maksud dan tujuan untuk membuat Surat Pengantar dari Polsek untuk membuat SKCK di Polres. Surat Pengantar dari Kelurahan dan foto 4×6 berwarna diminta. Terus bikin deh.

Masuk ke ruangan sempit. Di situ ada petugas yang membuatkan surat. Sudah ditandatangani oleh yang berwenang. Stempel. Jadi deh. Biaya administrasi 10.000 rupiah. Saya nyeletuk, oh ada biaya administrasinya tho Mbak? Iya Mas. Saya pikir gratis. Hehe.

Karena takut terlambat sampai di Polres yang jaraknya lumayan jauh dari Polsek tadi, saya laju sepeda motor dengan kencang. Berharap agar sampai di sana masih bisa dilayani. Sebenarnya saya juga nggak tahu pelayanannya tutup jam berapa. Yang penting sampai dulu lah.

Akhirnya sampai juga di Polres. Sebelum masuk saya dicegat oleh petugas di depan. “Mau kemana?” “Buat SKCK Pak.” Tapi saya nggak turun dari motor. Eh bapaknya manggil lagi. Ya sudah saya turun dari motor. Oh, ternyata kalau masuk harus lapor dulu. Dan ingat turun dari kendaraan.

Lapor ke bagian pelayanan SKCK. Beri Surat Pengantar dan fotokopi KTP sekaligus foto 4×6 5 lembar. Kemudian saya diberikan beberapa formulir untuk diisi. Isi formulir ya tentang data diri dan keluarga. Setelah itu akan diarahkan ke layanan sidik jari. Setelah rumus sidik jari sudah didapatkan. Kembali lagi ke pelayanan tersebut. Berikan hasil sidik jari ke pelayanan tersebut. Tunggu deh. Nah, bagian nunggu ini yang lama. Jadi sabarlah.

Setelah dipanggil, dilihatkan apakah data sudah benar atau belum. Kemarin tujuan dari pembuatan SKCK saya harus diubah. Karena ketentuan dari rekrutmen harus “Pendaftaran CPNS Kementerian Keuangan 2014” bukan “Melamar Pekerjaan” seperti yang biasa dituliskan di SKCK, apalagi melamar anak bapak. Bukan.

Setelah diperbaiki, maka tinggal tanda tangan dan pengesahan stempel. Administrasinya 20.000 rupiah, kayaknya naik deh dibandingkan 4 tahun yang lalu ketika pertama kali saya buat. Hehe.

Setelah jadi, kemudian sekalian saya legalisir.

Akhirnya untuk SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) selesai juga. Masa berlakunya kurang lebih satu tahun.

Biar gampang, berikut saya ringkaskan pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) di Polres (Kepolisian Resor).

  1. Minta surat pengantar RT/RW (hanya beberapa daerah yang mewajibkan)
  2. Minta surat pengantar Kelurahan.
  3. Minta surat pengantar Polsek (Kepolisian Sektor). Sediakan foto 4×6 berwarna. Jangan yang selfie ya. Biaya adm : Tergantung.
  4. Buat SKCK di Polres (Kepolisian Resor). Sediakan foto 4×6 berwarna 5 lembar. Sekali lagi jangan yang selfie ya. Biaya adm : 20.000 rupiah/Tergantung.

Semoga bermanfaat. 🙂

Muballigh Muda

Bulan Ramadhan kemarin merupakan bulan puasa yang berkesan buat saya. Selain karena sebulan penuh bisa puasa bersama keluarga – beberapa tahun sebelumnya tidak pernah full sebulan di rumah, apalagi tahun kemarin puasa full di rantau – saya diajak untuk membantu mengisi sebuah pengajian di salah satu masjid yang ada di bilangan Jalan Swadaya, daerah Kekalik Jaya. Mataram.

Ternyata saya dijadwal untuk mengajar muda mudi atau remaja usia SMP/SMA, walaupun beberapa ada juga yang sudah kuliah. Saya diperbantukan untuk membacakan atau tadarusan Alqur’an, mengartikan beberapa makna dan keterangan yang ada dalam Alqur’an dan beberapa Hadits Himpunan. Syukurnya saya pernah sedikit-sedikit belajar agama di pondok, jadi bisa ikut membantu muda mudi yang ada di kawasan sekitar masjid untuk mendapatkan ilmu agama. Semoga saja apa yang saya sudah berikan bisa bermanfaat.

Ketika pada jadwal pertama saya untuk menyampaikan makna keterangan sudah hampir selesai. Saya mengadakan semacam kuis, satu pertanyaan untuk akhwat dan satu pertanyaan untuk ikhwan. Ketika saya memberikan pertanyaan pada salah seorang ikhwan, dia pun menjawab dengan benar. Sehingga otomatis saya harus memberikan hadiah kepadanya.

Setelah saya turun dari podium, lalu saya hampiri ikhwan tersebut. Dia menolak untuk menerima hadiah dari saya. Namun setelah beberapa saat, saya yakinkan dia untuk menerima hadiah tersebut.

Beberapa saat setelah dia menerima hadiah tersebut. Dia berkata, “Mas, sampeyan lulusan (pondok) kediri ya?”

Saya tersenyum dan saya jawab, “Bukan, saya cuman pernah mondok di PPM.”

Dia malah kelihatan bingung. “PPM apa Mas?”

Saya tertawa. Ternyata memang masih banyak yang belum mengenal PPM. Saya jawab saja dengan bercanda, ” PPM itu Pura-Pura Mondok.” Entah mungkin saat itu dia nanggepin dengan serius. Haha.

Setelah itu kami berdua ngobrol. Tentu tentang pengertian PPM yang sebenarnya, juga saya jelaskan. Takutnya dia beneran nganggep Pura-Pura Mondok. Setelah ngobrol, akhirnya saya tahu nama ikhwan itu adalah Gilang. Dia merupakan siswa di salah satu SMP milik sebuah yayasan yang ada di Gading, Jombang. Jawa Timur. Kebetulan dia sedang liburan.

Selain bersekolah seperti layaknya anak SMP lainnya. Dia juga terdaftar sebagai salah satu santri di Pondok Pesantren Gading yang letaknya sangat dekat dengan SMP tempat ia bersekolah. Sekarang Gilang sudah duduk di kelas 3. Dan yang membuat saya tertarik menulis tentang Gilang ini adalah, dia sudah berstatus sebagai seorang Muballigh di umurnya yang masih sangat muda.

Insya Allah, dia sudah khatam Alqur’an beserta makna dan keterangan. Khatam Hadits himpunan beserta makna dan keterangan. Dan tentu materi penunjang selama dia tinggal di pondok. Saya benar-benar takjub atas pencapaiannya.

Karena sekarang sudah menyandang gelar seorang muballigh muda dan duduk di bangku kelas 3, dia mulai fokus untuk bisa lulus SMP. Setelah lulus SMP pun, Insya Allah katanya dia ingin melanjutkan di SMA yang juga dekat dengan pondok. Katanya, dia mau mengkhatamkan Hadits Besar, antara lain Kitab Shohih Bukhori, Kitab Shohih Muslim, Kitab Ibnu Majah, dll. Semoga Allah paring lancar dan barokah. Saya jadi teringat ketika pernah beberapa waktu di Kediri, saya juga berkenalan dengan remaja seusia Gilang, namun perawakannya kecil sekali. Ia akrab dipanggil Acil, dia juga sama seperti Gilang ini. Yang membedakan, Acil juga mengikuti program Tahfidz Qur’an. Saya membayangkan, suatu saat Acil dan Gilang ini akan menjadi seorang Ulama yang hebat. Semoga.

Selain berkenalan dengan Gilang. Saya juga bertemu dengan beberapa remaja lulusan SMA yang juga santri di Pondok Pesantren Gading. Salah satunya bernama Aji. Selain sudah menyandang gelar Muballigh, dia juga memiliki kemampuan mengajar dengan bahasa inggris. Karena ketika di pondok, dia mengikuti salah satu ekstrakurikuler MTI. Metode Teaching of Islamic, singkatnya belajar agama dengan berbahasa inggris.

Sempat juga saya tanyakan pada Aji, mau lanjut kuliah atau jadi guru ngaji dulu. Jawaban dari dia, mau jadi guru ngaji dulu. Sekalian di tempat yang jauh katanya. Mungkin karena masih muda, jadi dia ingin sekali bisa mengajarkan ilmu yang dimilikinya ke semua orang.

Tidak hanya Gilang dan Aji – yang ternyata mereka berdua adalah saudara kandung – ada banyak lagi lulusan dari Pondok Pesantren Gading di sekitar lingkungan Kekalik Jaya, Mataram.

Namun remaja-remaja hebat ini tidak hanya ada di Mataram. Karena santri yang mondok sekaligus sekolah di sana pun dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Dan setelah mereka lulus, serta menyandang gelar Muballigh. Mereka punya pilihan untuk melestarikan kemurnian agama di seluruh Indonesia. Dan membawa Islam menjadi agama yang rahmatan lil alamin dalam kehidupan sehari-hari yang bukan hanya diucapkan namun benar-benar diamalkan.

Surah Al Insan oleh Mishari Rashid Al Afasy

Saya teringat beberapa waktu lalu. Saat masih berstatus santri di ponpes mahasiswa di bilangan Bintaro. Ada salah satu rekan saya, sebut saja Mas Def. Dia dulunya juga pernah mondok di pondok Burengan di Kediri kurang lebih selama satu tahun. Namun, karena harus mengikuti tes salah satu perguruan tinggi kedinasan, kemudian dia kembali ke Jakarta.

Dalam beberapa hal, Mas Def memang banyak sekali memiliki kelebihan dibandingkan kami santri seangkatan lainnya. Sepengetahuan saya, dia mempunyai hafalan lebih banyak daripada kami. Apalagi jika dibandingkan dengan saya. Ah apalah diri ini.

Ternyata, Mas Def punya kebiasaan lain dibandingkan kami para rekannya di ponpes. Mas Def senang sekali mendengar murottal dari beberapa syekh yang ada di Arab. Dengan sering mendengarkan murottal terutama di sela-sela waktu yang ada. Kemampuan menghafalnya tentu meningkat.

Suatu ketika, saya ditunjukkan oleh Mas Def salah satu murottal milik Syekh Mishari Rashid Al Afasy, yakni Surah Al Insan.

Berbeda dengan kebanyakan murottal yang pernah saya dengarkan, beliau ini Syekh Mishari Rashid Al Afasy merecitation Surah Al Insan dengan melodi. Melodi yang membuat kecintaan terhadap ayatnya Sang Pencipta semakin bertambah. Insya Allah.

Berikut, murottal dari Syekh Mishari Rashid Al Afasy yang saya dapatkan dari Youtube.

Semoga bisa menambah kesemangatan kita untuk selalu membaca kalamnya Allah. Dan semakin termotivasi untuk mencintai Alqur’an.