kampus

Spesialisasi Kebendaharaan Negara (Anggaran)

Berawal dari melihat postingan salah satu alumni STAN angkatan 2013 yang menuliskan serba serbi tentang kampus yang terletak di Bintaro, Tangsel. Saya kemudian berkomentar pada postingan tersebut. Dan berakhir dia malah “mengiklankan” saya kepada pembacanya kalau ada yang ingin bertanya tentang spesialisasi kebendaharaan negara bisa bertanya kepada saya :mrgreen:

Nah sebelum ditanya, mending saya buat postingan sederhana terkait spesialisasi yang keren ini. 😛

Dan semoga saja bisa menjawab ketidaktahuan khalayak semua.

Sekolah yang alumninya antara lain Helmi Yahya, Sudirman Said, Amien Sunaryadi, Haryono Umar, dll ini memiliki enam spesialiasi atau jurusan. Yaitu :

  1. Program D1/D3 Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai.
  2. Program D1/D3 Spesialisasi Kebendaharaan Negara.
  3. Program D1/D3 Spesialisasi Administrasi Perpajakan.
  4. Program D3 Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan.
  5. Program D3 Spesialisasi Pajak Bumi dan Bangunan (Penilai).
  6. Program D3 Spesialisasi Pengurusan Piutang dan Lelang Negara.

Sesuai warna yang saya berikan di atas. Identitas yang melekat pada spesialiasi kebendaharaan negara ini adalah warna merah. Kalung bertuliskan nama almamater. Kemudian digantungkan kartu tanda mahasiswa yang juga berwarna merah.

BrRmV8bCUAATso3 (1)sumber gambar : sini

Tampilan secara keseluruhan mahasiswa kebendaharaan negara sama dengan spesialisasi lainnya karena peraturan berpakaian selama berkuliah memang sudah ditentukan dari kampus. Kemeja polos (putih/cerah) diselaraskan dengan celana bahan hitam/rok bahan hitam. Di hari tertentu diharuskan menggunakan pakaian batik. Dikecualikan untuk spesialisasi kepabeanan dan cukai, mereka memiliki pakaian dinas harian tersendiri. Jadi jangan berharap bisa pakai celana jeans dipadupadankan dengan kemeja kotak berwarna warni dan kaos oblong di dalamnya :mrgreen:

Setelah dari tampilan kita akan melihat spesialisasi kebendaharaan negara dari segi jumlah. Untuk jumlah mahasiswanya disesuaikan dengan kebutuhan kementerian keuangan. Jadi setiap tahun bisa berbeda-beda. Tapi biasanya menduduki urutan ketiga setelah spesialisasi akuntansi pemerintahan dan administrasi perpajakan. Ketika angkatan 2010, jumlah mahasiswa spesialisasi kebendaharaan negara sekitar 330an, terbagi dalam 10 kelas.

Dalam perkuliahan di sekolah yang terkadang diplesetkan menjadi setelah tamat akan nikah :mrgreen: ini sama dengan perkuliahan lain pada umumnya, terbagi dalam beberapa sesi kuliah. Ada sesi pagi, sesi siang dan sesi sore. Selain itu mulai angkatan 2013 dilaksanakan apel pagi dan sore di hari-hari tertentu.

Mulai tahun 2013 program D1 spesialisasi kebendaharaan negara diadakan kembali untuk memfasilitasi putra putri daerah papua dalam hal keilmuan di bidang perbendaharaan negara. Kemudian di tahun 2014, program D1 dibuka bersama spesialisasi lainnya pada USM STAN.

Perbedaan yang mencolok antara program D1 dengan D3 spesialisasi kebendaharaan negara tentu dalam hal masa tempuh pendidikan. D1 menempuh pendidikan selama satu tahun, sedangkan D3 harus menempuh pendidikan selama tiga tahun.

Untuk materi kuliah antara kedua program tersebut tidak terlalu jauh berbeda, hanya saja untuk program D1 mendapat pemadatan materi sehingga diharapkan setelah lulus dari pendidikan bisa langsung mengemban amanah di kementerian keuangan.

Berikut akan saya jabarkan tentang materi kuliah apa yang akan didapatkan ketika menempuh pendidikan pada spesialisasi kebendaharaan negara baik program D1 maupun D3.

Untuk program D1 spesialisasi kebendaharaan negara.

  • Semester 1 :
    • Pengantar Ilmu Hukum
    • Pengantar Ilmu Ekonomi
    • Aplikasi Komputer
    • Agama
    • Bahasa Indonesia
    • Pengantar Akuntansi
    • Kapita Selekta Pengembangan Pribadi
    • Penganggaran
    • Pelaksanaan APBN
    • Hukum Keuangan Negara
  • Semester 2 :
    • Pendidikan Kewarganegaraan
    • Bahasa Inggris
    • Statistika
    • Pengantar Perpajakan
    • Pengelolaan Kas Negara
    • Pengelolaan Barang Milik Negara
    • Sistem Akuntansi dan Pelaporan
    • Aplikasi Komputer Anggaran
    • Praktik Kerja Lapangan
    • Etika Profesi PNS

Untuk program D3 spesialisasi kebendaharaan negara.

  • Semester 1 :
    • Pendidikan Agama
    • Pendidikan Kewarganegaraan
    • Pengantar Ilmu Ekonomi
    • Statistika
    • Pengantar Akuntansi 1
    • Manajemen
    • Pengantar Komputer
    • Pengantar Ilmu Hukum
  • Semester 2 :
    • Bahasa Inggris
    • Ekonomi Makro
    • Pengantar Ekonometrika
    • Pengantar Akuntansi 2
    • Pengantar Perpajakan
    • Pengantar Pengelolaan Keuangan Negara
    • Hukum Keuangan Negara
    • Sistem Penganggaran
    • Perencanaan Kinerja Anggaran
  • Semester 3 :
    • Ekonomi Mikro
    • Manajemen Keuangan
    • Keuangan Publik
    • Perencanaan Anggaran
    • Praktikum Perencanaan Anggaran
    • Pengelolaan Keuangan Daerah
    • Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah
    • Pengelolaan Utang
    • Kapita Selekta Pengembangan Pribadi
  • Semester 4 :
    • Bank dan Lembaga Keuangan
    • Akuntansi Biaya
    • Pelaksanaan Pendapatan Negara
    • Praktikum Pendapatan Negara
    • Pelaksanaan Belanja Negara
    • Praktikum Pelaksanaan Belanja Negara
    • Praktikum Penatausahaan Bendahara
    • Pengelolaan Barang Milik Negara
    • Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
  • Semester 5 :
    • Bahasa Indonesia
    • Manajemen Proyek
    • Akuntansi Pemerintah Pusat
    • Pengelolaan Kas Negara
    • Pengelolaan Investasi Pemerintah
    • Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
    • Praktikum Aplikasi Keuangan Negara
    • Hukum Perdata
  • Semester 6 :
    • Monitoring dan Evaluasi Anggaran
    • Praktikum Monitoring dan Evaluasi Anggaran
    • Praktik Kerja Lapangan
    • Karya Tulis Ilmiah
    • Etika PNS
    • Pendidikan Anti Korupsi
    • Budaya Nusantara

Materi kuliah di atas saya dapatkan dari adik tingkat yang masih menempuh pendidikan sehingga lebih update. Karena ada beberapa penambahan materi kuliah yang tidak saya dapatkan ketika menempuh pendidikan di sana.

Di kampus STAN memang ada sebuah sistem drop out yang diterapkan apabila mahasiswa mendapat nilai dibawah standar, mencontek, tidak masuk selama 3 kali pada mata kuliah yang sama, dll. Nah, beberapa slentingan mengatakan spesialisasi kebendaharaan negara terkenal santai dibandingkan dengan spesialisasi lainnya. Sehingga drop out sangat jarang menimpa spesialisasi ini. Padahal ya sama saja, kalau dibandingkan dengan spesialisasi akuntansi pemerintahan dan administrasi perpajakan memang jumlah yang ke-DO tidak lebih banyak. Itu disebabkan karena memang jumlah kami lebih sedikit dibanding mereka. Tapi jika dilihat dari persentase, ya sama saja. :mrgreen:

Fyi, spesialisasi kebendaharaan negara ini terkenal dengan kemampuan menghafal mahasiswa mahasiswinya. Karena mereka dihadapkan dengan peraturan-peraturan yang selalu diperbaharui. Dalam ujianpun yang dibatasi waktu 1,5-2,5 jam, masih ada saja mahasiswa yang bisa nambah kertas ujian berlembar-lembar. Saya nggak habis pikir :mrgreen: Walaupun demikian, kemampuan hitung menghitung spesialisasi kalung merah ini juga tidak boleh diragukan. 😎

Para dosen di spesialisasi ini adalah orang-orang terbaik. Dosen-dosen ini sudah dibekali dengan ilmu yang mumpuni, selain didukung teori yang ada mereka juga sering berbagi pengalaman tentang lingkungan kerjanya. Karena kebanyakan dosen yang mengajar adalah profesional di kementerian keuangan. Selain itu ada juga dosen yang berasal dari profesional di luar kementerian keuangan. Jadi kemampuan lulusan dari spesialisasi ini insyaAllah sudah tidak perlu diragukan lagi.

Untuk kegiatan mahasiswa tentu sudah dinaungi oleh BEM dan difasilitasi beberapa unit kegiatan mahasiswa lainnya, namun organisasi khusus di spesialisasi ini juga ada. Spesialisasi yang lebih banyak waktu kuliahnya di gedung I dan J ini memiliki organisasi kemahasiswaan bernama FOKMA (Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran), khusus yang beragama islam ada wadah organisasi bernama IMMA (Ikatan Mahasiswa Muslim Anggaran).

Berlanjut ke instansi manakah para lulusan spesialisasi kebendaharaan negara ini?

Tergantung.

Karena semua didasarkan dengan kebutuhan di kementerian keuangan. Namun, senior beberapa tahun di atas saya ada juga yang berkarir di instansi lain seperti BPK. Karena dulu memang penempatan lulusan STAN ditempatkan di tiga instansi antara lain, kementerian keuangan, BPKP dan BPK.

Lebih lanjutnya, saya akan bercerita tentang penempatan instansi yang dialami angkatan 2010 di spesialisasi yang terkenal juga dengan nama Treasury.

Karena dengan mata kuliah yang luas terkait keuangan negara. Spesialisasi ini lebih fleksibel dalam penempatan instansi. Jika spesialisasi akuntansi pemerintahan bisa memilih 11 pilihan eselon 1, maka spesialisasi kebendaharaan negara diberikan pilihan sebanyak 7 eselon 1. Sedangkan spesialisasi lain diberikan 3 pilihan, bahkan ada yang tanpa pilihan seperti spesialisasi kepabeanan dan cukai yang sudah jelas akan masuk ke direktorat jenderal bea dan cukai.

Pada saat hendak pemberkasan TKD, spesialisasi kebendaharaan negara memilih dua diantara pilihan berikut.

  • Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN)
  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
  • Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)
  • Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU)
  • Sekretariat Jenderal (Setjen)
  • Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
  • Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)

Karena fokus utama terkait perbendaharaan negara, banyak lulusan spesialisasi kebendaharaan negara ini ditempatkan di DJPBN yang memiliki kantor vertikal di seluruh Indonesia bernama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Sekali lagi ya biar mantap, seluruh Indonesia :mrgreen:

Mungkin itu sedikit perkenalan dengan spesialisasi atau jurusan yang hanya ada satu-satunya di Indonesia bahkan mungkin dunia.

We proud to be Red !

Masa Tunggu

Selamat jumpa khalayak.

Sudah terhitung sejak lulus dan diwisuda bulan Oktober tahun lalu. Berarti sekitar 6 bulan saya sudah resmi menyandang status alumni.

Dan sudah sekitar dua bulan juga saya balik ke tanah yang dikenal sebagai berdirinya seribu masjid selain juga terkenal karena keelokan pantai-pantainya yang sudah tersohor hingga ke mancanegara. Pulau Lombok.

Di tahun-tahun yang dulu, setelah kampus saya meluluskan mahasiswanya. Maka beberapa minggu atau paling lama sebulan dua bulan sudah mendapatkan panggilan dari sebuah pabrik – yang punya hubungan sangat erat dengan kampus – untuk diangkat sebagai pekerja di pabrik tersebut.

Namun dengan kebijakan yang terus mengalami perubahan seiring perjalanan waktu. Lulusan dari kampus kami mengalami kemunduran dalam hal pemanggilan untuk diangkat sebagai pekerja di pabrik tersebut. Sehingga membuat resah, gundah gulana, hati tak menentu, galau maksimal dan semacamnya.

Sebenarnya hal ini sudah terjadi pada senior kami dimulai dari sejak kebijakan pemberhentian pengangkatan sementara. Sehingga senior kami juga menunggu beberapa bulan, bahkan senior pas satu angkatan di atas kami harus menunggu hampir setahun sampai mereka dipanggil oleh pabrik tersebut.

Berarti ada kemungkinan lulusan seperti saya ini akan dipanggil mengikuti pola pengangkatan senior kami, sekitar setahun. Ah, tapi itu hanya prediksi tanpa dasar yang jelas. Siapa yang tahu beberapa bulan ini, atau bahkan minggu-minggu ini sudah ada kejelasan tentang pemanggilan kami. Semoga saja.

Kenapa tidak bekerja di tempat lain saja?

Tidak. Saya rasa saya sudah jatuh cinta dengan pabrik yang akan memanggil saya tersebut. Selain itu, apabila memilih bekerja di tempat lain maka harus mengganti biaya selama perkuliahan. Fyi, saya tidak membayar uang pangkal, biaya semester, atau biaya lainnya. Karena memang tidak ada. Kecuali biaya hidup, seperti tempat tinggal (kosan), makan, dan sehari-hari. Biaya perkuliahan sudah ditanggung. Jadi bekerja di pabrik, merupakan tanda terimakasih sekaligus pengabdian. Bukan hanya untuk pabrik, tapi lingkungan yang lebih luas. Ah, terkesan naif dan klise memang, tapi beginilah adanya. Ini sih pendapat subjektif saya lho ya.

Walaupun menunggu itu pekerjaan menguras hati. Tapi sebenarnya saya harus banyak bersyukur.

Waktu luang yang diberikan ini mungkin tidak akan saya dapatkan ketika nanti saya sudah harus bersibuk-sibuk dengan pekerjaan di pabrik.  Maka dari itu, masa tunggu ini sudah seharusnya dinikmati dan juga tentu dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Nimati aja dulu dek, ntar kalau udah kerja waktu luangnya sedikit.

– Senior yang sudah kerja di pabrik.

Saya tanya kabar teman-teman saya, apa saja yang mereka lakukan di masa menunggu ini.

Ada yang magang di beberapa tempat. Tapi banyak juga yang sudah resign, karena tahu sepertinya sudah dekat pemanggilan oleh pabrik. Ada yang berjualan, dari jersey bola sampai macaroni panggang. Ada yang memilih memperdalam ilmu agamanya di pondok. Bahkan ada juga yang menikmati liburan ke luar negeri, edyan.

Kalau saya, ah bingung  ngapain aja saya selama masa tunggu ini. 😆

Semoga saja segera ada kabar kejelasan tentang kami. Tentang pemanggilan dan pengangkatan kami sebagai pekerja di pabrik.

Mohon doanya ya khalayak 🙂

ps. pabrik : instansi pemerintah di bawah sebuah kementerian 🙂