senior

Turun ke Lapangan

Giliran seksi ekstensifikasi perpajakan jadi tempat saya untuk belajar tentang bagaimana mekanisme atau standar operasional yang terjadi di seksi tersebut dalam rangkaian kegiatan OJT yang saya lakukan di sebuah kantor pelayananan yang ada di kota Mataram.

Karena awal tahun dan salah satu tugas dari seksi ini membuat DSE atau Daftar Sasaran Ekstensifikasi yang ditujukan untuk mendata masyarakat yang belum memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Fyi, NPWP adalah sebuah identitas perpajakan untuk masyarakat. Dan dengan identitas perpajakan tersebut membuat masyarakat luas bisa ikut berkontribusi untuk memajukan negeri ini.

Saya berkesempatan untuk ikut ke lapangan. Bersama dua orang senior yang juga senior saya ketika tergabung dalam organisasi kedaerahan kampus, KOALA (Komunitas Mahasiswa Lombok Sumbawa).

Tugas kali ini diawali dengan menyambangi salah seorang wp yang memiliki usaha kontraktor rumah. Namun ternyata wajib pajak tersebut sudah tidak tinggal di wilayah tersebut alias pindah. Kok bisa pindah? 😯

Berlanjut ke wp lain. Seorang kontraktor muda. Karena mungkin sama-sama masih muda, mudah sekali menerangkan terkait kewajibannya sebagai kontraktor. Walaupun terlihat agak lemas karena masih dalam kondisi tidak sehat, beliau menyimak dengan seksama.

Perjalanan berikutnya bertemu dengan seorang ibu-ibu paruh baya sedang duduk termenung. Kemudian salah seorang senior saya mendatangi dengan sangat ramah. Menjelaskan kedatangan dan kewajiban ibu tersebut terkait usaha yang dimilikinya. Pertanyaan yang diajukan pun dijawab dengan baik dan “sabar” :mrgreen:. Saya perhatikan bagaimana cara senior menerangkan terkait kewajiban perpajakan kepada wp untuk saya terapkan nantinya.

Dalam rangkaian turun ke lapangan. Senior tidak lupa untuk mengajak sholat karena memang sudah tiba waktunya sholat ashar.

Perjalanan dilanjutkan untuk mengetahui wilayah dimana banyak yang belum terdaftar memiliki NPWP. Yaitu dengan menyusuri wilayah tersebut. Sehingga nantinya bisa dicocokkan dengan database, apakah yang bertempat tinggal atau memiliki usaha di tempat tersebut sudah terdaftar memiliki npwp atau belum.

Tugas pertama saya berakhir jam 6 sore, lewat satu jam dari jam pulang kantor. Walaupun belum terhitung sebagai jam lembur, saya pikir pengalaman pertama yang saya dapatkan tak ternilai harganya. Hehe. 😀

Cerita Senior

Semasa orientasi, saya berada di seksi pengawasan dan konsultasi. Biasa junior seperti saya disuruh membantu administrasi surat masuk. Selama mengadministrasikan tersebut, ada beberapa surat yang sesekali saya perhatikan. Sekalian saya pelajari. Maklum saya memang butuh banyak belajar karena jurusan yang saya dalami ketika kuliah berbeda dengan apa yang saya jumpai sekarang.

Ada surat terkait salah seorang wajib pajak orang pribadi yang memiliki harta kekayaan yang fantastis. Dikatakan fantastis karena pajak yang harus dia bayar mencapai milyaran. Pajaknya saja mencapai milyaran, bagaimana dengan hartanya. 😯

Selang beberapa hari. Saya diikutkan oleh seorang kepala seksi untuk ikut membantu sosialisasi di salah satu kampus swasta yang ada di kota Mataram. Sepulang dari sosialisasi tersebut saya diajak makan siang oleh beberapa senior di salah satu rumah makan.

Ketika makan siang itulah, senior mulai bercerita bagaimana mereka (dua orang) mendatangi wajib pajak yang memiliki harta fantastis tersebut. Senior mulai bercerita siapa sebenarnya wajib pajak tersebut, darimana dia mendapatkan tersebut, dan cerita-cerita lain terkait wajib pajak tersebut.

Cerita yang menarik perhatian saya adalah ketika senior saya mendatangi wajib pajak tersebut dan ketika telah selesai mereka dibawakan beberapa amplop tebal, ya bisa dibilang isinya yo uang :mrgreen:. Namun, dengan sopan senior saya menolaknya. Karena segala bentuk pelayanan yang diberikan kepada wajib pajak tidak dipungut biaya sedikitpun. Herannya wajib pajak tersebut malah kaget, katanya dia baru menemukan lembaga, apalagi  sebesar DJP tidak menerima hal-hal “terimakasih” seperti itu.

Saya benar-benar terkesima dengan cerita senior saya tersebut. Benar kata dosen saya ketika kuliah dulu, integritas adalah hal yang harus dimiliki dalam bekerja. Tanpa integritas, mustahil negeri ini bisa menjadi negeri yang diidam-idamkan oleh seluruh rakyatnya.