sharing

ODOJ ( One Day One Juz)

Saya yakin beberapa dari khalayak, sudah pernah mendengar ODOJ alias One Day One Juz. Sebuah program yang sangat positif. Membaca kalam Ilahi sebanyak satu juz dalam sehari. Bahkan ditambahi dengan memahami isi kandungan dari kalam Ilahi tersebut.

Sudah barang tentu akan mendatangkan pahala dan kebaikan-kebaikan yang sungguh luar biasa. Dengan tetap diniati untuk ibadah karena Allah. Katanya (karena saya sendiri tidak tergabung dalam program/komunitas ODOJ ini) teman saya program/komunitas ini memiliki grup whatsapp sehingga memudahkan dalam pengontrolan member yang ingin mengkhatamkan satu juz dalam waktu sehari semalam. Bahkan apabila ada member yang dalam kondisi berhalangan untuk membaca Alqur’an maka “jatah” bacaannya bisa dilimpahkan ke member yang lain. Sehingga dalam sehari semalam, grup tersebut bisa mengkhatamkan satu mushaf Alqur’an.

Walaupun tidak tergabung dalam program/komunitas tersebut, setidaknya kita bisa termotivasi merutinkan kembali membaca, memahami bahkan mengamalkan kandungan dari firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sehingga menjadikan kita menjadi insan yang lebih baik. Oh ya, beberapa hari lalu dari sebuah grup telegram yang saya ikuti. Saya mendapatkan tips bergambar yang menarik dari senior terkait ODOJ ini.

*maaf apabila ada kesalahan dalam program ODOJ sekilas yang saya sampaikan ūüôā *

Advertisements

[SWA] Hidup Hanya 1,5 Jam

Bismillahirrahmanirrahim

IMG-20140417-WA0002

Alqur’an mengatakan bahwa 1 hari di akhirat rasanya seperti 1000 tahun di dunia (QS 22:47, 32:5)

Nah coba kita hitung.

1 hari (24 jam) akhirat = 1000 tahun

3 jam akhirat = 125 tahun

1,5 jam akhirat = 62,5 tahun

Rata-rata umur manusia 60-7 0 tahun.

Jadi kesimpulannya khalayak bahwa hidup kita…

Jika dilihat dari langit hanya 1,5 jam saja.

Hanya 1,5 jam saja.

Hanya 1, 5 jam saja.

1, 5 jam sajalah yang menentukan kehidupan abadi kita kelak. Surga ataukah neraka (QS 35:15, 4:170)

dan…

Hanya 1, 5 jam saja cobaan, maka kamu supaya bersabarlah (QS 74:7, 52:48, 39:10)

dan…

Hanya 1,5 jam saja cobalah buat Allah senang dan buat syaitan berhenti senang (QS 43:36)

dan…

Hanya 1,5 jam saja cobalah menahan nafsu dan ganti dengan sunnah (12:53, 33:38)

Hanya 1,5 jam…

Hanya 1, 5 jam…

Hanya 1,5 jam…

Itupun kalau kita sampai umur 60 tahunan.

Andai kita diqodar mati besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan, Pastinya bukan 1,5 jam lagi, mungkin hanya 20 menit atau 30 menit…

Tinggal berapa sisa waktu kita, dan apa yang sudah kita persiapkan?

Jangan sampai kita melupakan tujuan sebenarnya kita hidup di dunia ini…

IMG-20140417-WA0000

Fokus dengan tujuan, jangan tergoda dengan silaunya kenikmatan dunia, karena itu semua hanya kenikmatan yang fana, dan sesungguhnya kenikmatan yang abadi itu nanti di akhirat kelak.

Mari waktu yang singkat ini kita gunakan untuk terus beribadah dan beramal sholeh sebagai bekal amalan kita nanti di akhirat, dan jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena tak mampu memanfaatkannya dengan baik.

IMG-20140417-WA0001

Sharing dari   17/04/2014

-Kumpulan Sharing Grup WhatsApp PPM 2012-

[SWA] Belilah Meski Tak Butuh

Seorang nenek duduk dipelataran parkir. di sampingnya terpajang aneka keripik dengan kemasan sederhana. Nampak tidak menarik, apalagi saat sibuknya lalu lalang orang yang keluar masuk gedung mall. Senyumnya ramah menyapa setiap orang yang melaluinya, ia tak bosan menyapa satu demi satu, berharap dagangannya dibeli. Kebanyakan bahkan tak sempat menjawab tawaran sang nenek. Ada juga yang menolak dengan halus. Dan sebagian kecil membelinya. Satu bungkus 10rb, tak seberapa mahal untuk satu kemasan keripik pisang dagangannya. Tapi lihatlah, wajahnya begitu bahagia saat seseorang membelinya.

Seorang kakek setiap hari berjalan kaki berkeliling kompleks, ia membawa sapu lidi hasil buatannya sendiri. Seorang ibu menawar sapu lidi buatan sang kakek, harga yang ditawarkan sudah murah, hanya 10rb. Tapi ibu itu menawar agar sapunya 5rb saja. Diakhir transaksi, kakek melepas sapunya seharga 8rb. Si ibu puas karena mendapat diskon 2rb. Dan hari itu, kakek pulang dengan uang hanya 8rb saja. Uang makannya hari itu, yang harus ia bagi lagi bersama istri dan cucunya. Ia tak berhasil menjual banyak, hanya satu sapu saja.

Di sebuah restoran, satu keluarga menikmati makanan dengan lahapnya. Bisa menghabiskan beberapa ratus ribu untuk makan disana. Tak lupa seusai membayar Bill, ayah meninggalkan satu lembar uang 20rb sebagai tip.

Dirumah, seorang ibu mengumpulkan barang bekas karena nanti bisa dijual ke tukang rongsokan yang lewat. Lumayan, terkadang dengan tawar menawar yang sengit, akhirnya si ibu mendapat uang 10-20rb. Terkadang si ibu dan si abang masih bergerutu karena harga yang tidak terlalu cocok.

Bayangkan, jika nenek penjual keripik tadi, kita beli saja meski tak butuh. 10rb baginya, bukan hasil meminta, tapi perjuangan kerasnya melangkah puluhan kilometer dari rumahnya mengais rezeki halal.

Jika seandainya kakek penjual sapu, dibayar 20rb meski harga sapu 10rb. Ketimbang menawarnya, ia tentu pulang dengan langkah yang bahagia. Bisa membawakan makanan yang sedikit lebih baik dari biasanya untuk istri dan cucunya.

Lalu seandainya ibu yang mengumpulkan barang bekas memberikan saja dengan sukarela. Toh ia tidak lagi membutuhkan barang itu. Apa yang terjadi? Doa mengalir dari abang tukang rongsok. Bisa jadi istrinya sedang sakit, atau anaknya butuh biaya sekolah.

Membeli yang tidak kita butuhkan, melebihkan dari harga yang ditawarkan, atau memberikan sesuatu kepada mereka ditengah kerasnya perjuangan hidup mereka yang bertahan untuk tidak meminta2. Kitalah yang lebih berbahagia akhirnya, karena mereka begitu saja mendoakan kita dengan tulus.

Mengapa kita membeli mahal tanpa menawar di tempat yang berkelas, lalu menawar sebisa mungkin saat belanja dipinggir jalan. Mengapa 20rb terasa mahal, saat nenek menawarkan sebungkus keripik dagangannya, dibanding kita yang mudah saja meninggalkan 20rb sebagai uang tip usai makan di restoran…

Selamat bermuhasabah sahabat.

sumber gambar di sini, sini dan sini.

Sharing dari  10/05/2014

-Kumpulan Sharing Grup WhatsApp PPM 2012-

[SWA] Seberapa Cerdas Kita Dibanding Smartphone

Zaman sekarang mungkin sudah banyak diantara kita yang memiliki Smartphone. Tidak bisa dipungkiri kehadirannya sangat menunjang aktivitas kita sehari-hari. Bahkan untuk lepas dari Smartphone saja sangat susah. Sehari tanpa Smartphone saja membuat mati gaya.

Namun tahukah khalayak, dengan intensitas yang tinggi bersama Smartphone terkadang sering melalaikan kita dalam hal ingat kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. Dan ini tidak boleh terjadi, khususnya kita sebagai orang yang cerdas. Karena dalam suatu hadits diterangkan, orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan segala sesuatunya (amalan yang bernilai pahala) sebelum ajal menjemputnya.

Jangan sampai kita terlena dengan kebersamaan kita bersama Smartphone. Bukannya menunjang untuk mendapatkan pahala, justru menterlelapkan kita dalam kebodohan, karena tidak mempersiapkan amalan-amalan keseharian kita (beribadah kepada Allah).

Smartphone adalah Handphone pintar, tapi sudah pintarkah kita sebagai penggunanya?

Beberapa media aplikasi yang ada di Smartphone bisa kita jadikan sarana pendulang pahala yang luar biasa. Berikut contohnya:

  • Alarm —> membangunkan kita untuk sholat malam (qiyamullail), sudahkah? atau ketika berbunyi ya dibiarkan saja atau hanya di snooze sampai subuh? bahkan terkadang subuhnya terlewatkan. Alhasil subha, subuh di waktu duha. Selain kita bisa menggunakan alarm ini untuk membangunkan diri kita, untuk mendulang pahala yang lebih besar lagi kita juga membangunkan orang di sekitar kita untuk qiyamullail. Keluarga atau teman satu kosan.
  • To do/reminder/calender —> Pengingat ngaji, terobosan, dzikir, silaturrohim, atau bisa juga digunakan jadwal nderes hafalan Alqur’an.
  • Kalender —> ini juga tidak jauh berbeda dengan fungsi yang diatas, namun manfaatnya lebih tepat digunakan untuk jangka panjang seperti pencapaian target khatam Alqur’an, jadwal Hadits Besar (Kitabussittah), dsb.
  • SMS/WhatsApp, FB, Twitter, BB dan medsos lainnya —> bisa digunakan sebagai media nerobos/ngajak ngaji teman, media nasehat, media amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan), silaturrohim, memberikan info-info bermanfaat, mencari maisyah (penghasilan dengan berjualan online), dsb.
  • Music, Recorder —>buat sarana file nasehat manqulan misalkan. Lebih baik isi perut penuh dengan belatung daripada dipenuhi dengan lagu-lagu (ini berlaku yang menjadikan lupa kepada Allah) HR. Bukhori. Musik yang biasanya menghiasi keseharian kita mungkin akan lebih baik diganti dengan Murottal Qur’an, Syairan Islami, Nasyid dsb. Selain itu menjadi media menghafal Alqur’an. Caranya? didengar berulang-ulang.
  • Telpon —> sarana silaturrohim, cari maisyah, mengajak ngaji bahkan bisa juga digunakan untuk manqulan by phone.
  • Note —> mencatat nasehat agama, reminder jadwal ngaji, catatan dalil-dalil, supporting hafalan, tempat menuangkan ide-ide sabilillah dsb. pencatatan hasil musyawaroh, mencatat uang shodakoh, hutang dsb.
  • Youtube —> Banyak juga video bermanfaat untuk memantapkan keimanan, seperti kisah seseorang yang menghafal Alqur’an walaupun keadaan tidak bisa melihat, sebagai media nasehat visual, atau video bacaan Alqur’an yang meneduhkan dan menyentuh sehingga bisa membuat kita ingat kepada Allah.
  • App Google Play lainnya.

Di sini saya tidak menafikkan kalau Smartphone digunakan untuk banyak hal lainnya. Namun sekarang seberapa cerdaskah kita memanfaatkannya untuk kepentingan ibadah.

Semoga slentingan ini bisa diambil hikmahnya, bukan berarti saya bersih tanpa dosa, tapi ini justru buat saya juga supaya lebih bisa memanfaatkannya secara cerdas.

Semoga bermanfaat.

dumbphone

sumber : di sini

Sharing dari @danyfebriyan 12/05/2014

-Kumpulan Sharing Grup WhatsApp PPM 2012-

[SWA] Lebah VS Lalat

Semoga Allah selalu memberikan kemanfaatan dan kebarokahan.

Belajar sejenak dari Lebah dan Lalat.

Mengapa Lebah lebih cepat menemukan bunga? sedangkan Lalat cepat menemukan kotoran?

Karena naluri Lebah hanya menemukan bunga, sedangkan naluri Lalat hanya menemukan kotoran.

Lebah tidak tertarik pada kotoran, Lebah tertarik pada harum dan keindahan bunga. Alhasil, Lebah kaya akan madu. Sedangkan Lalat, tentu kaya akan kuman penyakit.

Mengapa ada orang menjadi jahat dan ada orang yang menjadi baik?

Orang jahat tidak tertarik pada hal-halyang baik, sebaliknya ia tertarik pada hal-hal yang buruk.

Orang baik ialah orang yang tidak tertarik akan hal-hal buruk. Namun pada hal yang bernuansa baik.

Hidup ini sangat tergantung dengan hati dan pikiran.

Apa yang dipikirkan menghasilkan yang dilihat. Apa yang dilihat menghasilkan yang diperoleh.

Jika hati dan pikiran selalu negatif, maka apa saja yang dilihat akan selalu negatif. Hasilnya tentu saja penderitaan, sakit hati, kecewa, iri hati, dengki, dsb.

Maka dari itu, kita harus memiliki hati dan pikiran yang selalu positif. Dengan demikian apa saja yang dilihat akan selalu positif dan hasilnya adalah kebahagiaan.

Jika kita seperti Lebah yang menghasilkan madu, maka orang-orang di sekeliling kita juga akan mencicipi manisnya. Namun jika kita seperti Lalat, maka kuman yang kita tebarkan akan mencelakakan orang lain.

Mari selalu ciptakan positive thinking di setiap hal yang kita hadapi dalam hidup ini. Agar hidup kita bahagia.

This slideshow requires JavaScript.

Sharing dari @GPramudia 14/05/2014

-Kumpulan Sharing Grup WhatsApp PPM 2012-

Rahasia Suami Istri

Judulnya kelihatan serius ya khalayak?

Santai aja ya. Cuman pengen sharing.

Saya mendengar dan melihat kabar teman-teman sekampus saya sudah banyak yang menikah. Di masa tunggu ini, mereka sudah berani mengambil tindakan hebat. Menikah muda. Yang insyaAllah salah satu tujuannya adalah untuk menghindari pelanggaran antara laki-laki dan perempuan yang belum halal.

Mengutip quote.

Bila dua orang laki-laki dan perempuan bertemu kemudian keduanya saling memiliki rasa, tapi keduanya sama-sama tidak siap. Kondisi tersebut berbahaya dan rawan untuk tergelincir dalam dosa.

Kurniawan Gunadi

Jadi saya salut kepada para pasangan muda. Saya kapan ya? *abaikan*

Nah, saya tidak akan menggurui atau menasehati khalayak, khususnya yang sudah menikah. Lah, wong saya sendiri belum menikah. Kan lucu jadinya.

Saya hanya pengen sharing sebuah kisah. Semoga bermanfaat.

Di suatu wilayah, hiduplah seorang suami yang kehidupannya biasa-biasa saja. Mungkin bisa dibilang lebih ke arah kekurangan. Dia hidup dengan seorang istri. Suatu ketika, suami itu pergi bekerja. Dan tinggal hanyalah istrinya di rumah. Tiba-tiba datanglah seorang pak tua.

Singkat cerita, bertanyalah pak tua itu kepada istri bagaimana keadaan suami istri tersebut. Si istri tersebut menceritakan bagaimana dia merasa kekurangan. Suaminya hanya bisa memberi nafkah yang pas-pasan, bahkan sering kurangnya. Keluarga yang mereka bina tidak merasa bahagia, karena rezeki yang didapat selalu kurang di mata sang istri.

Kemudian, pak tua tersebut berpesan kepada si istri tersebut, untuk menyampaikan salam kepada suaminya. Bilang kepada suamimu untuk mengganti daun pintu rumah kalian.

Ketika suami itu pulang dari bekerja. Dia merasa ada yang datang kerumahnya. Lalu ia bertanya kepada istrinya. Istrinya pun menceritakan pak tua yang datang tadi. Juga menyampaikan pesan bahwa si suami harus mengganti daun pintu rumahnya. Suami itupun menyadari bahwa yang datang adalah ayah kandungnya yang sudah lama tidak bertemu bahkan saat dia menikah. Mengganti daun pintu itu maksudnya si suami harus menceraikan istrinya. Karena istrinya adalah wanita yang tidak baik. Yang menceritakan aib atau kekurangan yang dimiliki suaminya.

Diceraikanlah istri tersebut.

Cerita disingkat, si suami itu menikah lagi. Juga tanpa dihadiri oleh ayahnya.

Suatu ketika. Saat suami itu pergi bekerja. Pak tua itu kembali datang ke rumahnya. Dan lagi-lagi bertemulah dia dengan istri (yang baru). Pendek cerita, bertanyalah pak tua itu bagaimana keadaan rumah tangga suami istri tersebut. Istri menjawab, keluarganya bahagia. Bahkan mereka sangat berkecukupan. Tidak ada yang kurang dari hasil kerja keras suaminya. Padahal kenyataannya, keadaan suaminya tersebut tidak jauh beda denga keadaan saat dia memiliki istri sebelumnya. Hidup pas-pasan bahkan lebih banyak kurangnya. Namun si istri tersebut berusaha menutupi kekurangan suaminya.

Kemudian pak tua beranjak pulang, seraya menitipkan pesan kepada suami istri tersebut. Pesannya, agar menjaga dan merawat dengan penuh kasih sayang daun pintu rumahnya. Si istri mengangguk, walaupun tidak mengerti maksud dari pesan pak tua tersebut.

Pulanglah si suami. Dia bertanya kepada istri. Adakah yang mencarinya, karena si suami merasakan ada yang datang tadi. Istrinya menjawab, iya suamiku. Tadi ada pak tua yang datang, tapi aku tidak mengenalnya.

Apa yang dia lakukan? Tanya suami.

Istrinya menjawab, pak tua itu tentang keadaan keluarga kita.

Adakah dia berpesan sesuatu?

Iya suamiku, pak tua itu berpesan untuk menjaga dan merawat daun pintu rumah kita.

Pak tua itu adalah ayahku. Dia berpesan untuk menjaga dan merawatmu. Karena kamu adalah istri yang baik.

Begitulah cerita yang saya inti sarikan dari sebuah kisah teladan. Ini adalah kisah Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim. Saya mendapatkan mangkulan kisah ini saat mengkaji Himpunan Baiti Jannati. Sumber kisahnya dari Hadits Riwayat Bukhori. (Kalaupun ada kesalahan sumber dan lainnya, bagi khalayak monggo koreksinya)

Apa yang bisa kita petik  dari kisah ini?

Istri yang baik atau dikategorikan sholihah adalah salah satunya yang bisa menutupi segala kekurangan suaminya. Tidak mengumbar kemana-mana. Atau bahkan curhat, terlebih di media sosial. Yang bisa diketahui oleh banyak orang. Bagaimana perasaan suaminya jika mengetahui kalau istrinya tidak bisa menutupi rahasia keluarganya.

Khianat paling besar adalah khianat istri pada suami dengan menceritakan kejelekan rumah tangga pada orang lain.

Penjelasan tambahan guru saya.

Ada yang iseng bertanya, kalau suami yang menceritakan keburukan istrinya gimana? Ya, sama tidak dikatakan bahwa dia suami yang sholih.

Suami dan istri harus sama-sama bisa menjaga bahtera rumah tangganya. Jangan sampai ada masalah sedikit, langsung menceritakan permasalahan yang notabenenya rahasia keluarga ke orang lain. Diselesaikan secara baik-baik dulu, dimusyawarahkan, dipikir secara jernih. Diinget-inget juga dong, dulu pas awal nikah.

Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah.

HR Muslim, Ibnu Majah, Nasai.

Ya, intinya sih suami dan istri harus bisa sama-sama menjaga hal-hal yang bersifat rahasia rumah tangga agar tidak sampai terdengar apalagi tersebar ke orang lain.

308032_165018450304469_1976495120_n

sumber gambar : sini

Eh, kok berasa jadi konsultan pernikahan. Maaf ya khalayak.

nb : bagi yang sedang mencari jodoh, semoga lekas dapat. *termasuk penulis*