stan

Akhirnya, Penempatan Itu Datang

Senin, 13 Juli 2015. Sebelum adzan asar berkumandang. Sebuah penantian akhirnya membuahkan hasil. Setelah kurang lebih 9 bulan mengandung rasa penasaran akan dimana saya ditempatkan untuk pertama kalinya sebagai abdi negara, pengumuman penempatan definitif itu akhirnya terupload di SIKKA (salah satu database kepegawaian). Penempatan lulusan DIII STAN tahun 2013 yang mengabdi di DJP merasakan euforia, entah itu suka cita, karena penempatannya sesuai dengan yang diharapkan, ataupun kesedihan yang mendalam karena penempatannya membuat LDR dengan kekasihnya šŸ˜›

Saya? Entahlah. Di satu sisi saya sangat bersyukur karena doa saya dikabulkan. Saya memang ingin bertualang, bertemu orang-orang baru, mendapat pelajaran hidup untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang mungkin di tanah dimana saya dibesarkan belum saya dapatkan sepenuhnya. Tapi di sisi lain, sedih juga karena harapan orang tua belum terwujud, penempatan pertama saya bukan di homebase. Dan saya pikir setiap orang tua akan sangat menginginkan anaknya selalu adaĀ di dekatnya. Tapi ada pula saat dimana anak-anaknya pun harus belajar tentang arti kehidupan sesungguhnya, salah satunya dengan menjejak di tanah orang.

SUMBAWA BESAR, BRACE YOURSELF…I’M COMIIIIIIIIING !!!

Kantor Tambah Ramai

Pada awal tahun seperti ini kantor memang sedang disibukkan dengan agenda rutin penerimaan SPT tahunan. Jadi kantor mestilah ramai dengan kedatangan wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya. Tapi ramai yang saya maksud disini bukan itu aja lho. Jadi senin kemarin, di awal bulan Februari kantor kedatangan anak OJT lagi.

Jumlahnya empat orang. Dua berasal dari penerimaan D1 STAN 2013 yang kampusnya terletak di Balai Diklat Keuangan Denpasar. Namanya Intan dan Wisnu. Dan dua lagi berasal dari penerimaan umum kementerian keuangan baru-baru ini. Ada yang berasal dari S1 UII Yogyakarta, ada juga yang dari D3 Universitas Mataram. Riri dan Ayu.

Bisa dikatakan Intan dan Wisnu yang berasal dari STAN BDK Denpasar ini beruntung tidak harus menunggu selama satu tahun untuk bisa diberdayakan sebagai anak magang di kementerian keuangan. Setelah wisuda, malamnya mereka mendapat kabar terkait TKD, yang mana pada angkatan saya TKD baru datang setelah sekitar hampir setahun masa penantian. Ini dikarenakan pada angkatan saya terdapat kebijakan moratorium PNS (pemberhentian pengangkatan sementara) sedangkan angkatan mereka tidak. Tapi saya justru bersyukur mengalami penundaan selama setahun itu, ada banyak hal yang saya dapatkan. šŸ™‚

Semoga saja kedatangan anak magang ini bisa menjadi amunisi baru di kantor untuk menjadi garda terdepan dalam penerimaan negara untuk Indonesia yang lebih baik.

*tumben closingnya keren* :mrgreen:

Spesialisasi Kebendaharaan Negara (Anggaran)

Berawal dari melihat postingan salah satu alumni STANĀ angkatan 2013 yang menuliskan serba serbi tentang kampus yang terletak di Bintaro, Tangsel. Saya kemudian berkomentar pada postingan tersebut. Dan berakhir dia malah “mengiklankan” saya kepada pembacanya kalauĀ ada yang ingin bertanya tentang spesialisasi kebendaharaan negara bisa bertanya kepada saya :mrgreen:

Nah sebelum ditanya, mending saya buat postingan sederhana terkait spesialisasiĀ yang kerenĀ ini. šŸ˜›

Dan semoga saja bisa menjawab ketidaktahuan khalayak semua.

Sekolah yang alumninya antara lain Helmi Yahya, Sudirman Said, Amien Sunaryadi, Haryono Umar, dll ini memiliki enam spesialiasi atau jurusan. Yaitu :

  1. Program D1/D3 Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai.
  2. Program D1/D3 Spesialisasi Kebendaharaan Negara.
  3. Program D1/D3 Spesialisasi Administrasi Perpajakan.
  4. Program D3 Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan.
  5. Program D3 Spesialisasi Pajak Bumi dan Bangunan (Penilai).
  6. Program D3 Spesialisasi Pengurusan Piutang dan Lelang Negara.

Sesuai warna yang saya berikan di atas. Identitas yang melekat pada spesialiasi kebendaharaan negara ini adalah warna merah. Kalung bertuliskan nama almamater. Kemudian digantungkan kartu tanda mahasiswa yang juga berwarna merah.

BrRmV8bCUAATso3 (1)sumber gambar : sini

Tampilan secara keseluruhan mahasiswa kebendaharaan negara sama dengan spesialisasi lainnya karena peraturan berpakaian selama berkuliah memang sudah ditentukan dari kampus. Kemeja polos (putih/cerah) diselaraskan dengan celana bahan hitam/rok bahan hitam. Di hari tertentu diharuskan menggunakan pakaian batik. Dikecualikan untuk spesialisasi kepabeanan dan cukai, mereka memiliki pakaian dinas harian tersendiri. Jadi jangan berharap bisa pakai celana jeans dipadupadankan dengan kemeja kotak berwarna warni dan kaos oblong di dalamnya :mrgreen:

Setelah dari tampilan kita akan melihat spesialisasi kebendaharaan negara dari segi jumlah. Untuk jumlah mahasiswanya disesuaikan dengan kebutuhan kementerian keuangan. Jadi setiap tahun bisa berbeda-beda. Tapi biasanya menduduki urutan ketiga setelah spesialisasi akuntansi pemerintahan dan administrasi perpajakan. Ketika angkatan 2010, jumlah mahasiswa spesialisasi kebendaharaan negara sekitar 330an, terbagi dalam 10 kelas.

Dalam perkuliahan di sekolah yang terkadang diplesetkan menjadi setelah tamat akan nikahĀ :mrgreen: ini sama dengan perkuliahan lain pada umumnya, terbagi dalam beberapa sesi kuliah. Ada sesi pagi, sesi siang dan sesi sore. Selain itu mulai angkatan 2013 dilaksanakan apel pagi dan sore di hari-hari tertentu.

Mulai tahun 2013 program D1 spesialisasi kebendaharaan negara diadakan kembali untuk memfasilitasi putra putri daerah papua dalam hal keilmuan di bidang perbendaharaan negara. Kemudian di tahun 2014, program D1 dibuka bersama spesialisasi lainnya pada USM STAN.

Perbedaan yang mencolok antara program D1 dengan D3 spesialisasi kebendaharaan negara tentu dalam hal masa tempuh pendidikan. D1 menempuh pendidikan selama satu tahun, sedangkan D3 harus menempuh pendidikan selama tiga tahun.

Untuk materi kuliah antara kedua program tersebut tidak terlalu jauh berbeda, hanya saja untuk program D1 mendapat pemadatan materi sehingga diharapkan setelah lulus dari pendidikan bisa langsung mengemban amanah di kementerian keuangan.

Berikut akan saya jabarkan tentang materi kuliah apa yang akan didapatkan ketika menempuh pendidikan pada spesialisasi kebendaharaan negara baik program D1 maupun D3.

Untuk program D1 spesialisasi kebendaharaan negara.

  • Semester 1 :
    • Pengantar Ilmu Hukum
    • Pengantar Ilmu Ekonomi
    • Aplikasi Komputer
    • Agama
    • Bahasa Indonesia
    • Pengantar Akuntansi
    • Kapita Selekta Pengembangan Pribadi
    • Penganggaran
    • Pelaksanaan APBN
    • Hukum Keuangan Negara
  • Semester 2 :
    • Pendidikan Kewarganegaraan
    • Bahasa Inggris
    • Statistika
    • Pengantar Perpajakan
    • Pengelolaan Kas Negara
    • Pengelolaan Barang Milik Negara
    • Sistem Akuntansi dan Pelaporan
    • Aplikasi Komputer Anggaran
    • Praktik Kerja Lapangan
    • Etika Profesi PNS

Untuk program D3 spesialisasi kebendaharaan negara.

  • Semester 1 :
    • Pendidikan Agama
    • Pendidikan Kewarganegaraan
    • Pengantar Ilmu Ekonomi
    • Statistika
    • Pengantar Akuntansi 1
    • Manajemen
    • Pengantar Komputer
    • Pengantar Ilmu Hukum
  • Semester 2 :
    • Bahasa Inggris
    • Ekonomi Makro
    • Pengantar Ekonometrika
    • Pengantar Akuntansi 2
    • Pengantar Perpajakan
    • Pengantar Pengelolaan Keuangan Negara
    • Hukum Keuangan Negara
    • Sistem Penganggaran
    • Perencanaan Kinerja Anggaran
  • Semester 3 :
    • Ekonomi Mikro
    • Manajemen Keuangan
    • Keuangan Publik
    • Perencanaan Anggaran
    • Praktikum Perencanaan Anggaran
    • Pengelolaan Keuangan Daerah
    • Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah
    • Pengelolaan Utang
    • Kapita Selekta Pengembangan Pribadi
  • Semester 4 :
    • Bank dan Lembaga Keuangan
    • Akuntansi Biaya
    • Pelaksanaan Pendapatan Negara
    • Praktikum Pendapatan Negara
    • Pelaksanaan Belanja Negara
    • Praktikum Pelaksanaan Belanja Negara
    • Praktikum Penatausahaan Bendahara
    • Pengelolaan Barang Milik Negara
    • Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
  • Semester 5 :
    • Bahasa Indonesia
    • Manajemen Proyek
    • Akuntansi Pemerintah Pusat
    • Pengelolaan Kas Negara
    • Pengelolaan Investasi Pemerintah
    • Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
    • Praktikum Aplikasi Keuangan Negara
    • Hukum Perdata
  • Semester 6 :
    • Monitoring dan Evaluasi Anggaran
    • Praktikum Monitoring dan Evaluasi Anggaran
    • Praktik Kerja Lapangan
    • Karya Tulis Ilmiah
    • Etika PNS
    • Pendidikan Anti Korupsi
    • Budaya Nusantara

Materi kuliah di atas saya dapatkan dari adik tingkat yang masih menempuh pendidikan sehingga lebih update. Karena ada beberapa penambahan materi kuliah yang tidak saya dapatkan ketika menempuh pendidikan di sana.

Di kampus STAN memang ada sebuah sistem drop out yang diterapkan apabila mahasiswa mendapat nilai dibawah standar, mencontek, tidak masuk selama 3 kali pada mata kuliah yang sama, dll. Nah, beberapa slentingan mengatakan spesialisasi kebendaharaan negara terkenal santai dibandingkan dengan spesialisasi lainnya. Sehingga drop out sangat jarang menimpa spesialisasi ini. Padahal ya sama saja, kalau dibandingkan dengan spesialisasi akuntansi pemerintahan dan administrasi perpajakan memang jumlah yang ke-DO tidak lebih banyak. Itu disebabkan karena memang jumlah kami lebih sedikit dibanding mereka. Tapi jika dilihat dari persentase, ya sama saja. :mrgreen:

Fyi, spesialisasi kebendaharaan negara ini terkenal dengan kemampuan menghafal mahasiswa mahasiswinya. Karena mereka dihadapkan dengan peraturan-peraturan yang selalu diperbaharui. Dalam ujianpun yang dibatasi waktu 1,5-2,5 jam, masih ada saja mahasiswa yang bisa nambah kertas ujian berlembar-lembar. Saya nggak habis pikir :mrgreen: Walaupun demikian, kemampuan hitung menghitung spesialisasi kalung merah ini juga tidak boleh diragukan. šŸ˜Ž

Para dosen di spesialisasi ini adalah orang-orang terbaik. Dosen-dosen ini sudah dibekali dengan ilmu yang mumpuni, selain didukung teori yang ada mereka juga sering berbagi pengalaman tentangĀ lingkungan kerjanya. Karena kebanyakan dosen yang mengajar adalah profesional di kementerian keuangan. Selain itu ada juga dosen yang berasal dari profesional di luar kementerian keuangan. Jadi kemampuan lulusan dari spesialisasi ini insyaAllah sudah tidak perlu diragukan lagi.

Untuk kegiatan mahasiswa tentu sudah dinaungi oleh BEM dan difasilitasi beberapa unit kegiatan mahasiswa lainnya, namun organisasi khusus di spesialisasi ini juga ada. Spesialisasi yang lebih banyak waktu kuliahnya di gedung I dan J ini memiliki organisasi kemahasiswaan bernama FOKMA (Forum Komunikasi Mahasiswa Anggaran), khusus yang beragama islam ada wadah organisasi bernama IMMA (Ikatan Mahasiswa Muslim Anggaran).

Berlanjut ke instansi manakah para lulusan spesialisasi kebendaharaan negara ini?

Tergantung.

Karena semua didasarkan dengan kebutuhan di kementerian keuangan. Namun, senior beberapa tahun di atas saya ada juga yang berkarir di instansi lain seperti BPK. Karena dulu memang penempatan lulusan STAN ditempatkan di tiga instansi antara lain, kementerian keuangan, BPKP dan BPK.

Lebih lanjutnya, saya akan bercerita tentang penempatan instansi yang dialami angkatan 2010 di spesialisasi yang terkenal juga dengan nama Treasury.

Karena dengan mata kuliah yang luas terkait keuangan negara. Spesialisasi ini lebih fleksibel dalam penempatan instansi. Jika spesialisasi akuntansi pemerintahan bisa memilih 11 pilihan eselon 1, maka spesialisasi kebendaharaan negara diberikan pilihan sebanyak 7 eselon 1. Sedangkan spesialisasi lain diberikan 3 pilihan, bahkan ada yang tanpa pilihan seperti spesialisasi kepabeanan dan cukai yang sudah jelas akan masuk ke direktorat jenderal bea dan cukai.

Pada saat hendak pemberkasan TKD, spesialisasi kebendaharaan negara memilih dua diantara pilihan berikut.

  • Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN)
  • Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
  • Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK)
  • Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU)
  • Sekretariat Jenderal (Setjen)
  • Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
  • Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)

Karena fokus utama terkait perbendaharaan negara, banyak lulusan spesialisasi kebendaharaan negara ini ditempatkan di DJPBN yang memiliki kantor vertikal di seluruh Indonesia bernama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Sekali lagi ya biar mantap, seluruh Indonesia :mrgreen:

Mungkin itu sedikit perkenalan dengan spesialisasi atau jurusan yang hanya ada satu-satunya di Indonesia bahkan mungkin dunia.

We proud to be Red !

Cerita Senior

Semasa orientasi, saya berada di seksi pengawasan dan konsultasi. Biasa junior seperti saya disuruh membantu administrasi surat masuk. Selama mengadministrasikan tersebut, ada beberapa surat yang sesekali saya perhatikan. Sekalian saya pelajari. Maklum saya memang butuh banyak belajar karena jurusan yang saya dalami ketika kuliah berbeda dengan apa yang saya jumpai sekarang.

Ada surat terkait salah seorang wajib pajak orang pribadi yang memiliki harta kekayaan yang fantastis. Dikatakan fantastis karena pajak yang harus dia bayar mencapai milyaran. Pajaknya saja mencapai milyaran, bagaimana dengan hartanya. šŸ˜Æ

Selang beberapa hari. Saya diikutkan oleh seorang kepala seksi untuk ikut membantu sosialisasi di salah satu kampus swasta yang ada di kota Mataram. Sepulang dari sosialisasi tersebut saya diajak makan siang oleh beberapa senior di salah satu rumah makan.

Ketika makan siang itulah, senior mulai bercerita bagaimana mereka (dua orang) mendatangi wajib pajak yang memiliki harta fantastis tersebut. Senior mulai bercerita siapa sebenarnya wajib pajak tersebut, darimana dia mendapatkan tersebut, dan cerita-cerita lain terkait wajib pajak tersebut.

Cerita yang menarik perhatian saya adalah ketika senior saya mendatangi wajib pajak tersebut dan ketika telah selesai mereka dibawakan beberapa amplop tebal, ya bisa dibilang isinya yo uang :mrgreen:. Namun, dengan sopan senior saya menolaknya. Karena segala bentuk pelayanan yang diberikan kepada wajib pajak tidak dipungut biaya sedikitpun. Herannya wajib pajak tersebut malah kaget, katanya dia baru menemukan lembaga, apalagiĀ  sebesar DJP tidak menerima hal-hal “terimakasih” seperti itu.

Saya benar-benar terkesima dengan cerita senior saya tersebut. Benar kata dosen saya ketika kuliah dulu, integritas adalah hal yang harus dimiliki dalam bekerja. Tanpa integritas, mustahil negeri ini bisa menjadi negeri yang diidam-idamkan oleh seluruh rakyatnya.

On Job Training

Kalau menurut definisi dari sini, On Job Training atau kita singkat jadi OJT yaitu A method of preparing an employee to perform a task by providing them with information about the task, a demonstration of its performance, an opportunity for the employee to imitate the demonstration and subsequent feedback. Many business operators feel that effective job training makes an important contribution to their company’s success.

Jadi secara pengertian yang saya tangkap, ya sama dengan magang. Intinya menyiapkan seorang pegawai baru untuk bekerja dengan mengetahui berbagai tugas terkait pekerjaan dan biasanya langsung mendapat bimbingan dari senior.

Tapi dalam praktek yang diterapkan oleh instansi dimana saya ditempatkan agaknya berbeda.

Terhitung sejak bulan November tahun lalu saya berstatus…duh saya bingung. Dibilang calon pegawai juga belum, karena belum dapat gaji 80%. Tapi anehnya di database sudah disebutkan sebagai pegawai yang diperbantukan. Dan tertulis juga sebagai calon pegawai. Tapi kan belum…ah sudahlah haha, saya tidak terlalu memusingkan status. Toh status jomblo saya juga biasa aja :mrgreen:

Setelah induksi atau pengenalan instansi kementerian di student centre kampus yang langsung dihadiri oleh menteri baru pada tanggal 5 November, siangnya pengumuman penempatan magang keluar. Alhamdulilah saya mendapat penempatan magang yang dekat dengan rumah. Jarak tempuh sekitar 15-20 menit dengan kecepatan normal. Jika dibandingkan dengan beberapa teman saya, saya termasuk yang beruntung bisa dapat penempatan magang di homebase. Mungkin salah satunya karena faktor luar jawa.

Tanggal 10 November lapor ke kantor untuk magang. Diterima dengan sangat baik. Tapi ternyata saya belum bisa dikatakan magang.

Jadi begini, sebelum diangkat menjadi calon pegawai. Saya harus melewati beberapa tahapan. Tahapan pertama, yaitu pada tanggal 10 November – 5 Desember, tahapan itu disebut orientasi. Saya kemudian ditempatkan di salah satu seksi yang membutuhkan. Dan akhirnya menempati seksi Pengawasan dan Konsultasi. Untuk orientasinya sendiri dilakukan oleh kepala Sub Bagian Umum dan kepala seksi Pemeriksaan dan Kepatuhan Internal selama 4 kali pertemuan. Yang dibahas antara lain terkait kode etik, struktur organisasi, prosedur pelaksanaan dll. Selama tidak ada pertemuan untuk orientasi, ya berarti ikut membantu pelaksanaan tugas di seksi dimana ditempatkan.

Nah setelah itu, barulah masuk ke tahap On Job Training atau OJT. Saya memulai masuk ke tahap ini di tanggal 8 Desember. Pertama OJT, saya ditempatkan di seksi Penagihan. Awal masuk langsung bertemu dengan kepala seksi dan diberikan briefing terkait apa saja tupoksi di seksi tersebut.

Selama tahap OJT di setiap seksi nanti akan diberikan masing-masing 4 prosedur pelaksanaan untuk dipelajari dan dilaksanakan sesuai arahan dari kepala seksi. Dan biasanya justru senior yang akan banyak sekali membantu.

Perpindahan selama tahap OJT disepakati 2 minggu sekali. Karena ada 6 seksi yang harus dimasuki maka tahap OJT ini berlangsung kurang lebih selama 3 bulan. Berarti sekitar Februari 2015 akhir, tahap OJT akan selesai. Dan barulah digantikan dengan Magang.

Kalau kata senior, nanti ketika magang akan ditempatkan di salah satu seksi seperti pada awal orientasi, tergantung kebutuhan dan kebijakan kasubag umum. Pada saat magang akan membantu pelaksanaan tugas di seksi dimana ditempatkan. Dan yang bikin deg-degan sembari magang, adalah penantian penempatan definitif.

Aplikasi : Sukses USM STAN

Kemarin bertepatan dengan pengumuman kelulusan siswa SMA/MA/sederajat seluruh Indonesia. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Keuangan juga mengumumkan penerimaan mahasiswa baru tahun 2014/2015.

Sekolah yang diproyeksikan untuk mencetak punggawa keuangan ini banyak sekali menarik minat lulusan SMA/MA/sederajat. Bahkan di tahun-tahun sebelumnya pernah mendapat penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan penjumlah pendaftar terbanyak.

Sehubungan dengan hal itu, beberapa bimbingan belajar mulaiĀ menyediakan paket-paket bimbingan intensif untuk bisa menembus Ujian Saringan Masuk STAN. Dengan biaya mulai dari ratusan ribu bahkan sampai puluhan juta rupiah. Untuk sebagian orang Ā tentu ada yang merasa berat untukĀ menggunakan jasa bimbingan belajar tersebut.

Dengan membaca buku, berlatih mengerjakan soal-soal dengan serius, dan berdoaĀ setiap harinya pun sebenarnya sudah cukup untuk bisa menembus USM STAN. Banyak diantara mahasiswa STAN yang saat menghadapi USM pun hanya mengandalkan kegigihan mereka tanpa bantuan dari bimbingan belajar yang mulai menjamur di kota-kota besar di Indonesia.

Untuk memudahkan khalayak yang ingin terus berlatih soal-soal USM STAN dimanapun dan kapanpun. Telah tersedia Aplikasi berbasis AndroidĀ yang berisi soal-soal USM STAN tahun lalu.

Tinggal download secara gratis di Google Play Store dengan nama Sukses USM STAN. Mudah bukan.

Berikut tampilannya.

Screenshot_2014-05-21-23-08-39

 

Tampilan awalnya.

Screenshot_2014-05-21-23-03-25

Tampilan klik Mulai

Screenshot_2014-05-21-23-03-36

Tampilan klik Panduan Menggunakan

Screenshot_2014-05-21-23-04-36

Tampilan klik Info 2014

Screenshot_2014-05-21-23-04-58

Tampilan klik About

Screenshot_2014-05-21-23-05-10

Tampilan pilihan soal

Screenshot_2014-05-21-23-04-03 Screenshot_2014-05-21-23-03-44

Tampilan soal

Screenshot_2014-05-22-12-17-54

Berikut tadi adalah beberapa tampilan yang tersedia pada aplikasi Sukses USM STAN.

Selain soal-soal USM STAN tahun lalu juga tersedia tips dan informasi seputar STAN. Dengan dikemas layaknya kuis akan lebih memudahkan belajar di mana saja.

Database akan selalu diupdate.

Aplikasi ini buatan mahasiswa STAN.

Versi 0.3.5

Apabila ada saran, pertanyaan silakan kirimkan email keĀ zaindroid.app@gmail.com

Semoga bermanfaat.